FKMT Kosambi Gelar Halal Bihalal, Bupati Dorong Sinergi Pemerintah dan Tokoh Agama

FKMT Kosambi menggelar halal bihalal, Bupati Tangerang mendorong sinergi pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersalaman dengan para anggota FKMT Kosambi usai halal bihalal yang menekankan sinergi pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News – Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kecamatan Kosambi menggelar acara halal bihalal di Majelis Taklim Nurul Islam, Minggu (3/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, yang mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Maesyal mengatakan kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, majelis taklim memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan serta kebersamaan.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Mari bersama-sama menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah,” ujar Maesyal.

Ia menambahkan, halal bihalal merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antarwarga setelah Hari Raya Idulfitri. Karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan terus dilestarikan.

“Momentum halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat,” katanya.

Bupati Tangerang juga mengapresiasi peran aktif FKMT dan majelis taklim yang selama ini konsisten mendukung pembinaan umat, peningkatan pemahaman keagamaan, serta penguatan ketahanan keluarga di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Ketua FKMT Kecamatan Kosambi, Hj. Rumsinah, mengatakan FKMT berkomitmen menjadi wadah komunikasi antarmajelis taklim sekaligus sarana pembinaan perempuan agar memiliki pengetahuan agama yang baik.

“FKMT ini bukan hanya perkumpulan biasa, tetapi wadah untuk saling berbagi informasi dan ilmu agar para anggota menjadi perempuan salehah serta tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan