Tasikmalaya, Semartara.News — Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya meluncurkan kampanye anti kekerasan berbasis gender sekaligus mengadakan lomba kreatif bagi mahasiswa, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan menjadi ajakan terbuka bagi seluruh civitas akademika untuk aktif berperan dalam menciptakan lingkungan akademik yang inklusif.
Acara pembukaan berlangsung pada Selasa (25/11/2025) di area kampus IAILM Suryalaya, dipimpin oleh Rektor Dr. H. Asep Salahudin, MA, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Wawan, M.Si, Ketua SATGAS PPKS IAILM Imas Roihatul MZ, M.Pd., serta jajaran pengurus lainnya. Prosesi pemotongan pita menjadi simbol dimulainya kampanye resmi anti kekerasan di kampus.
Keseruan pembukaan semakin terasa dengan hadirnya FotoBooth Frame dan Pohon Harapan, yang dimanfaatkan mahasiswa untuk menyampaikan dukungan, harapan, dan komitmen mereka terhadap penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Sebagai bagian dari kampanye, SATGAS PPKS IAILM menyelenggarakan berbagai lomba kreatif, antara lain Lomba Poster/Pamflet, Lomba Film Pendek, serta Kategori Wajib per Program Studi. Seluruh karya dapat dikirimkan hingga 10 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Internasional, yang juga menutup rangkaian Global 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence.
Tema kegiatan “Mari bersatu, saling menguatkan, dan menjadi bagian dari perubahan. Satu suara, ribuan keberanian, mengakhiri ketakutan” menjadi semangat kampus dalam memperkuat gerakan kolektif untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan.
Menurut pengurus SATGAS PPKS IAILM, Siti Fatimah, kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran HAM serius yang harus melibatkan semua pihak.
“Kekerasan terhadap perempuan terjadi dalam bentuk fisik, psikis, dan ekonomi. Di perguruan tinggi, kasus kekerasan seksual menjadi perhatian utama,” jelasnya.
Penetapan 25 November sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan oleh PBB menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran dan solidaritas global dalam menentang kekerasan berbasis gender.
Melalui kampanye dan lomba kreatif ini, IAILM Suryalaya menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen menciptakan kampus aman dan bebas kekerasan, serta mendorong mahasiswa untuk bersuara, melapor, dan menutup setiap celah kekerasan di lingkungan akademik. (NS)







