Pemkot Tangsel Bangun Rumah Layak Huni dengan Konsep Seragam dan Lebih Aman

Pemkot Tangsel membangun rumah layak huni dengan konsep seragam, aman, dan nyaman bagi warga penerima RTLH.
Benyamin Davnie meninjau langsung kondisi rumah warga penerima bantuan RTLH yang akan dibangun ulang dengan konsep hunian seragam, aman, dan layak huni di Tangsel. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membangun rumah layak huni dengan konsep bangunan seragam dan lebih aman melalui program bedah rumah yang kembali dilanjutkan pada tahun 2026.

Program yang dijalankan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan itu menyasar ratusan warga berpenghasilan rendah yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, rumah warga penerima bantuan nantinya dibangun ulang secara menyeluruh mulai dari fondasi hingga atap agar memiliki standar bangunan yang lebih baik dan aman untuk dihuni.

“Untuk tahun ini, setiap rumah mendapat bantuan sekitar Rp75 juta. Rumah akan dibangun ulang mulai dari fondasi hingga atap dengan konsep bangunan yang seragam,” ujar Benyamin.

Menurutnya, konsep tersebut diterapkan agar rumah yang dibangun memiliki kualitas konstruksi yang lebih baik, sehat, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat.

Ia menilai, rumah yang layak huni tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dari sisi kesehatan dan keamanan keluarga.

“Sebagai wali kota saya prihatin masih ada warga yang tinggal di hunian yang tidak layak menurut aspek kesehatan dan kelayakan,” katanya.

Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, Pemkot Tangsel juga mendorong warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk kegiatan produktif yang dapat menunjang ekonomi keluarga.

“Saya berharap bukan hanya rumahnya yang lebih layak, tapi pekarangannya juga bisa dimanfaatkan untuk pertanian, perikanan, ayam petelur, atau budidaya lele yang nantinya bisa diserap oleh SPPG terdekat,” jelas Benyamin.

Sejak diluncurkan pada 2012 silam, program bedah rumah Pemkot Tangsel telah memperbaiki sebanyak 2.901 rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni.

Sementara itu, salah satu warga penerima bantuan RTLH, Tomasrullah, mengaku bersyukur rumahnya akhirnya mendapat bantuan renovasi dari pemerintah.

Ia mengaku selama ini tinggal di rumah dengan kondisi atap bocor dan lingkungan rumah yang kurang nyaman untuk ditempati.

“Kalau hujan bocor. Malam-malam tikus suka masuk rumah. Tidur nggak tenang, ibadah juga nggak tenang. Alhamdulillah sekarang rumah kami akan direnovasi,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan