PDI Perjuangan Solid Tolak Impor Beras

  • Whatsapp
PDI Perjuangan Solid Tolak Impor Beras
Presiden Joko Widodo bersama Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menumbuk padi, saat Rakornas Tiga Pilar Partai PDI Perjuangan 16/12/2017 (Foto - Dok. @pdiperjuangan.id

Jakarta, Semartara.News – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tolak rencana impor beras oleh Kementerian Perdagangan. Hasto menyebut, banyak pemburu rente di belakang kebijakan impor.

“Menteri Perdagangan tidak boleh melakukan suatu tindakan yang pragmatis hanya untuk impor. Saya tahu di belakang impor itu banyak pemburu rente,” ungkap Hasto, ketika melakukan gerakan tanam pohon di Waduk Rawa Lindung, Jakarta Selatan, Ahad, Minggu (21/01/2021).

Menurut dia, semangat yang dilakukan saat ini adalah membangun kedaulatan pangan di dalam negeri, karena Indonesia memiliki sumber pangan yang melimpah.

Untuk itu, lanjut Hasto, sejak 1 tahun terakhir partai berlambang banteng dengan moncong putih itu melakukan gerakan menanam tanaman pengganti beras, di antaranya umbi-umbian, ketela, sukun, dan pisang.

“Karena itulah sikap PDI Perjuangan, kami tolak impor beras,” tegas alumni GMNI ini.

Senada dengan itu, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, ST Ananta Wahana SH menyampaikan, bahwa Kemendag dalam hal ini Pak Menteri Lutfi, untuk tidak berspekulasi terkait pangan beras.

Bacaan Lainnya

“Data dari Perum Bulog, menurut Ananta, pada 2021 ini tidak akan terjadi kemunduran masa panen raya. Periode Maret – April, Bulog akan menyerap sebanyak 390.00 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP),” tutur Ananta.

Lanjut Ananta, Mendag Lutfi jangan main-main, kebijakan import beras akan berdampak pada kehidupan kaum Marhaen/petani Indonesia.

“Menurut Pak Buwas, Stok beras nasional 869.151 ton, terdiri dari beras CBP sebanyak 843.647 ton dan beras komersial sebanyak 25.828 ton. Artinya, setelah panen raya, stok CBP Bulog pada akhir April di atas 1 juta ton beras dan jumlah itu sudah memenuhi CBP per tahun, sehingga menurut saya tidak diperlukan lagi impor beras,” tegas Ananta.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berencana melakukan impor beras sebanyak satu juta ton karena pasokan berkurang.

Rencana kebijakan impor beras itu pun mengundang polemik.

Dikutip dari Antaranews.com, Minggu (21/3/2021), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada konferensi pers virtual pada hari Jumat (19/3/2021) menyebutkan, sekitar 270.000 ton beras yang diimpor pada tahun 2018 diperkirakan turun mutu.

Jumlah stok saat ini dikurangi jumlah beras yang turun mutu, menurut dia, stok beras Bulog diperkirakan menjadi 500.000 ton.

Sementara itu, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras periode Januari – April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton.

Namun, menurut Menteri Perdagangan, penyerapan gabah petani oleh Bulog juga rendah, atau hingga pertengahan Maret 2021 mencapai sekitar 85.000 ton.

Penyebabnya, kata dia, di antaranya karena gabah basah akibat musim hujan.

Pos terkait