Bahkan, kata dia, lokasi yang dulunya dikatakan “tempat buang jin” disulap oleh Perumnas, dan sekarang lokasi itu berdampingan dengan perumahan elit dari pengembang besar.
“Lah, kenapa sekarang sepertinya melempem. Padahal rumah adalah kebutuhan dasar manusia, dan harus terpenuhi untuk semua rakyat,” ungkapnya.
Ananta menyebut, bahwa ditengah kebutuhan tempat tinggal layak yang cukup tinggi, terutama bagi kaum milenial dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Maka dia berharap, PT Perum Perumnas dapat mengulang kembali kejayaannya dengan menyediakan dan memenuhi kebutuhan akan rumah murah yang dapat diakses oleh segenap rakyat Indonesia.
“Saya perlu ingatkan, sekitar tahun 1950 an, Bung Hatta mengatakan bahwa negara berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat. Dan itu harus terlaksana sebagai wujud keadilan sosial yang menjadi tujuan negara,” ucapnya.
Tanggapan Adhi Karya dan Perumnas
Sementara itu, dalam tanggapannya, Dirut PT Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson menyampaikan, bahwa pihaknya tetap konsen untuk merampungkan proyek-proyek jangan sampai terlewat.
Dia menjelaskan, untuk pembangunan ruas tol Serang-Panimbang sepanjang 84 kilometer (km) yang mulai dari tol Tangerang-Merak KM 64, Seksi 1 sudah selesai dan sudah diresmikan.
“Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung sudah dioperasikan pada 2021,” ujarnya.
Sekarang, kata dia, proses pembangunan dilanjutkan pada Seksi 2 sepanjang 24,17 km menghubungkan Rangkasbitung-Cileles yang sedang dikerjakan pembangunan fisiknya.
“Sementara untuk Seksi 3 itu menghubungkan Cileles dengan Panimbang sepanjang 33 km,” imbuhnya.
Kemudian, Entus juga menjelaskan, ruas tol Serang-Panimbang ini 51 km yaitu Seksi 1 dan Seksi 2 adalah investasi. Sementara untuk Seksi 3 memang harus di sharingkan oleh pemerintah.
“Pemerintah sepakat menggunakan dana dari Cina 55 persen. Kemudian Wijaya Karya 22,5 persen, dan Adhi Karya 22,5 persen. Dan proyek tol Serang-Panimbang target selesai pada 2024,” ungkapnya.
Terkait soal rights issue, Entus menjelaskan, bahwa hal itu dilaksanakan seiring dengan adanya suntikan dana melalui penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,97 triliun.