Berita  

Diseminasi Panduan Konservasi Digelar di Tangsel, Dorong Implementasi Bangunan Hijau

Diseminasi panduan konservasi energi dan air digelar di Tangsel untuk mendorong implementasi bangunan hijau berkelanjutan.
Suasana kegiatan diseminasi panduan konservasi energi dan air di Tangsel yang diikuti OPD, akademisi, dan pengembang dalam rangka mendorong implementasi bangunan hijau di lapangan. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong implementasi bangunan hijau melalui penguatan panduan teknis konservasi energi dan air pada bangunan gedung.

Upaya tersebut ditegaskan kembali dalam kegiatan Diseminasi Panduan Teknis Konservasi Energi dan Air pada Bangunan Gedung yang digelar di kawasan Serpong, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan konsep bangunan berkelanjutan dapat dipahami dan diterapkan oleh berbagai pemangku kepentingan.

Diseminasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, kementerian terkait, akademisi, pengembang, pengelola bangunan gedung, hingga asosiasi profesi. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong efisiensi energi dan air di sektor bangunan.

Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangsel, Heru Agus Santoso, mengatakan bahwa konservasi energi dan air saat ini bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan sudah menjadi bagian penting dari arah kebijakan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Konservasi energi dan air bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan perubahan iklim serta meningkatnya kebutuhan energi menuntut seluruh pihak untuk mulai beradaptasi dengan pola pembangunan yang lebih efisien, hemat sumber daya, dan berwawasan lingkungan, terutama pada sektor bangunan gedung yang memiliki dampak cukup besar.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DKCTR) Kota Tangsel, Ihtiyan Hermansyah, menjelaskan bahwa sektor bangunan gedung memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi energi dan emisi karbon nasional. Karena itu, sektor ini menjadi salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.

Berdasarkan Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2023 yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sekitar 60 persen konsumsi energi listrik nasional berasal dari sektor bangunan gedung. Selain itu, sektor ini juga menyumbang sekitar 36 persen total emisi karbon di Indonesia.

“Angka ini menunjukkan bahwa sektor bangunan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca,” kata Herman.

Ia menambahkan, Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, intervensi pada sektor bangunan menjadi langkah yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan dalam mendukung pencapaian target nasional tersebut.

Lebih lanjut, Pemkot Tangsel bersama Kementerian ESDM dan Global Buildings Performance Network juga telah menyusun Pedoman Teknis Konservasi Energi dan Air pada Bangunan Gedung yang disesuaikan dengan karakteristik daerah. Penyusunan pedoman ini melibatkan berbagai pihak agar implementasinya dapat berjalan secara efektif di lapangan.

Kegiatan diseminasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi benar-benar mampu mendorong perubahan perilaku dan praktik pembangunan di sektor bangunan menuju arah yang lebih hemat energi, rendah emisi, dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesepahaman bersama agar implementasi konservasi energi dan air benar-benar berjalan di lapangan, bukan hanya sebatas dokumen,” tandasnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta dari unsur OPD, kementerian, pengembang, pengelola bangunan gedung, asosiasi, akademisi, hingga tenaga ahli yang memiliki peran penting dalam pengembangan sektor bangunan di daerah. (*)

Tinggalkan Balasan