Arab Saudi Beri Kemudahan Layanan Haji Indonesia

SEMARTARA, Tangerang – Delegasi Kerajaan Arab Saudi meresmikan program inisiatif baru dalam layanan jamaah haji Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (17/7), yang dimaksudkan untuk memberi kemudahan pada proses kedatangan jamaah saat tiba di Arab Saudi.

Dengan “Makkah Route” yang merupakan salah satu program dalam Visi 2030 ini, semua prosedur kedatangan atau keimigrasian, seperti biometrik, sidik jari dan lainnya dilakukan di Indonesia, sehingga ketika tiba di Arab Saudi, jamaah akan melalui jalur khusus di Jeddah dan Madinah dan tidak berlama-lama untuk mengantri tapi langsung ke bus dan menuju tempat pemondokan masing-masing dimana mereka juga akan menerima barang-barang bawaannya disana.

“Ini merupakan inisiatif Arab Saudi terkait dengan memberikan kemudahan jamaah haji kepada jemaah seluruh dunia. Alhamdulillah program ini berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang ditentukan sehingga memberikan kemudahan yang baik dengan jamaah haji Indonesia yang berjumlah sekitar 500 orang yang merupakan kloter pertama dari Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci,” kata pejabat Keimigrasian Arab Saudi, Jenderal Sulaiman Ali Yahya kepada wartawan.

Sebelumnya peresmian layanan ini dihadiri Wakil Menteri Haji & Umroh Kerajaan Arab saudi Hussein Al Sharif, Dubes Kerajaan Arab Saudi Osama Bin Muhammad Al Shuaibi dan GM Layanan Tamu Allah Kerajaan Arab Saudi Khaled Al Attaidi.

Dikatakan, program ini merupakan yang pertama dilakukan untuk Indonesia, dan baru dipraktikkan di Bandara Soekarno Hatta. “Kami lakukan juga di negara lain seperti Malaysia.  Untuk Indonesia baru di Jakarta, tapi kami siap melakukan di tempat lain jika pemerintah Indonesia membutuhkannya sehingga lebih banyak lagi jamaah haji yang dapat dilayani,” sambung Sulaiman di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Menurutnya, pemerintah Raja Salman sangat jelas untuk memberikan kemudahan bagi jamaah haji Indonesia yang terkenal sebagai jamaah haji terbaik seluruh dunia. “Kami disini juga menggunakan perangkat berteknologi tinggi dan mobile sehingga dapat dibawa kemana-mana untuk mengatasi kemungkinan error selama prosesini berjalan,” ucapnya.

Proses yang berlangsung pagi itu berjalan sangat lancar, dan bisa selesai dalam waktu satu jam dalam proses kedatangan bagi para jamaah haji Indonesia untuk kloter awal sebanyak sekitar 500 jamaah.

Uji coba penerapan inisiatif ini bagi jamaah haji Malaysia terbukti berhasil pada musim haji 1438 H yang terdiri dari dua tahapan, pertama meliputi dua kloter yang membawa 75 jamaah, dan tahapan kedua meliputi lima kloter yang membawa sekitar 1.600 jamaah, dan mendapatkan sambutan luar biasa, baik dari pemerintah maupun warga Malaysia. (Helmi)

Tinggalkan Balasan