Saat itu Sang Bupati tidah tahu bahwa Apun datang bersama kekasihnya. Tak curiga, pendopo pun tidak ada siapa-siapa. Hanya Bupati dengan saudaranya, yaitu Mas Purwa.
Ketika itu semua yang ada di pendopo mengira Apun Gencay bersama pengiringnya bukan bersama kekasihnya.
Saat gadis itu dipanggil untuk mendekat, kekasihnya ikut mendekat dan dengan cepat menusuk Sang Bupati dengan condre sebanyak tiga kali.
Bupati Cianjur itu pun roboh dengan isi perut terburai, kemudian tewas.
Nasib Apun Gencay
Cerita berakhir pada kekasih Apun Gencay yang kalah tanding dan terbunuh oleh Mas Purwa di alun-alun Cianjur.
Menurut sebuah sumber, kekasih Apun terbunuh dan, Mas Purwa serta para prajuritnya mencincang badannya.
Apun yang begitu mencintai pacarnya konon kemudian memunguti satu per satu potongan tubuh sang pacar.
Dalam linangan air mata, Apun melakukannya sambil meratap.
Ratapan itulah yang mengilhami pujangga Sunda kenamaan Yus Rusyana menulis kidung kematian, yang tedapat dalam cerita pendeknya berjudul “Apun Gencay.”
Namun, tak jelas bagaimana nasib Apun Gencay pasca pembunuhan itu.
Ada yang mengatakan Apun juga ikut terbunuh. Namun ada juga yang mengatakan Apun berhasil lari kembali ke Cikembar, dan menyepi sampai akhir hayatnya.
Sejarawan Sunda, Gunawan Yusuf menyebut peristiwa terbunuhnya Bupati Cianjur itu, menumbuhkan luka yang mendalam hingga kini di hati orang-orang Cianjur, terutama keluarga para dalem.
Begitu membekasnya, hingga sesepuh Cianjur “melarang keras” turunan Wiratanudatar untuk menyentuh condre, dan pantang menikahi gadis Cikembar Sukabumi. Entahlah!
(jack)
Melansir dari berbagai sumber