Kota Tangsel, Semartara.News — Gebyar Dikbud Cup III yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi bagi para guru serta tenaga kependidikan dari berbagai kecamatan. Kegiatan yang dikemas dalam turnamen sepak bola tersebut berlangsung di Stadion Mini Pakujaya, Serpong Utara, Senin (2/11/2026).
Mengusung konsep fun football, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum mempererat hubungan, membangun komunikasi, dan memperkuat soliditas antartenaga pendidik di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan Dikbud Cup bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga ruang kebersamaan bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk membangun komunikasi serta menjaga kekompakan.
Menurut Pilar, kegiatan semacam ini penting untuk menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis sehingga para tenaga pendidik dapat semakin produktif dalam menjalankan tugasnya.
“Ini adalah momen untuk menjaga soliditas dan silaturahmi antartenaga pendidik di Kota Tangsel. Harapannya, ke depan mereka bisa bekerja lebih produktif, lebih baik, serta menjaga ritme konsolidasi yang baik bersama rekan-rekannya,” ujar Pilar.
Ia menjelaskan, Dikbud Cup juga memberikan kesempatan kepada para guru dan staf sekolah untuk berolahraga sekaligus berkompetisi dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.
Terlebih, konsep pertandingan yang diusung adalah fun football, sehingga peserta dapat menikmati olahraga tanpa meninggalkan semangat sportivitas.
Dalam kesempatan itu, Pilar juga menyampaikan pesan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
Ia meminta para tenaga pendidik menjalankan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi maksimal dalam mendidik serta mencerdaskan generasi muda di Kota Tangsel.
“Saya berpesan kepada Bapak dan Ibu guru, tenaga pengajar, serta seluruh staf sekolah agar terus bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik untuk mencerdaskan anak-anak kita,” katanya.
Menurut Pilar, kemajuan sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan di Kota Tangsel tidak terlepas dari peran besar para guru dan seluruh tenaga kependidikan.
Karena itu, ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Dikbud Cup dapat terus dijaga dan diterapkan dalam lingkungan kerja masing-masing.
“Harapan besar untuk kemajuan sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan ada di tangan Bapak dan Ibu semua. Sukses selalu untuk seluruh guru dan staf sekolah se-Kota Tangerang Selatan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, mengatakan turnamen sepak bola tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan antartenaga pendidikan dari berbagai kecamatan.
“Tujuannya selain meningkatkan silaturahmi sesama pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di masing-masing kecamatan, juga untuk mengukur kemampuan, khususnya di bidang olahraga sepak bola,” ujar Deden.
Menurutnya, Dikbud Cup merupakan agenda rutin tahunan. Sepak bola dipilih karena merupakan olahraga yang memasyarakat dan mampu melibatkan banyak peserta.
Dalam kompetisi tersebut, Deden mengingatkan seluruh peserta agar mengutamakan sportivitas. Ia menilai kemenangan bukan satu-satunya tujuan yang harus dicapai.
“Menang itu penting, tetapi sportivitas lebih penting. Bagi yang menang tentu disyukuri, sementara yang belum beruntung bisa menjadikannya bahan evaluasi,” katanya.
Dikbud Cup III diikuti tim perwakilan kecamatan dan satu tim Dindikbud Tangsel. Peserta diutamakan berasal dari kalangan guru yang mewakili masing-masing kecamatan.
Deden berharap penyelenggaraan Dikbud Cup pada tahun mendatang dapat dikembangkan dengan skala lebih besar dan melibatkan cabang olahraga lainnya.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa dilaksanakan lebih besar lagi dan ada tambahan cabang olahraga yang dipertandingkan supaya silaturahmi antarkecamatan semakin erat,” pungkasnya. (Red)







