Kota Tangsel, Semartara.News – Asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Helita, tercatat telah menangani 4.464 pesan warga hanya dalam sepekan sejak diluncurkan melalui platform Tangsel ONE.
Tingginya aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital tersebut membuat Pemerintah Kota Tangsel kini fokus memperkuat integrasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar setiap kebutuhan dan laporan warga dapat ditindaklanjuti lebih cepat dan terarah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, mengatakan Helita dirancang sebagai pintu awal komunikasi masyarakat dengan pemerintah daerah melalui konsep layanan “Chat-First AI”.
“Helita sudah memiliki fondasi kuat sebagai layanan digital warga berbasis AI. Tahap berikutnya adalah memperkuat integrasi, reliabilitas, dan kemampuan penyelesaian kebutuhan masyarakat secara end-to-end,” ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Berdasarkan data evaluasi periode 30 April hingga 6 Mei 2026, Helita menangani 545 percakapan dengan total 4.464 pesan masuk dari masyarakat.
Dari total percakapan tersebut, mayoritas warga menggunakan Helita untuk mencari informasi umum sebesar 37,4 persen. Kemudian disusul layanan perizinan sebesar 21,5 persen dan laporan masyarakat sebesar 14,6 persen.
Selain menjadi layanan informasi, Helita kini juga mulai digunakan untuk menerima aduan masyarakat melalui sistem ticketing digital.
Tercatat sebanyak 68 tiket laporan telah diterima, dengan rincian 29 tiket masih berstatus terbuka (open) dan 37 tiket lainnya berhasil diselesaikan (closed).
Meski jumlah interaksi digital terus meningkat, laporan masyarakat melalui kanal konvensional masih mendominasi. Data menunjukkan terdapat 1.442 laporan yang disampaikan melalui kanal fisik, sedangkan kanal digital baru mencapai 104 laporan.
Menurut Asep, kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi layanan digital masih memerlukan penguatan sistem tindak lanjut di tingkat perangkat daerah agar proses penyelesaian aduan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
“Helita sudah dapat menjadi front door untuk menerima kebutuhan warga, namun penyelesaian laporan masih sangat bergantung pada kesiapan proses tindak lanjut OPD, integrasi sistem, dan SLA internal,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Kominfo Tangsel juga terus melakukan pemantauan terhadap stabilitas infrastruktur sistem Helita.
Pada awal peluncuran, sistem sempat mengalami lonjakan penggunaan CPU hingga mendekati 100 persen akibat tingginya aktivitas pengguna. Namun saat ini kondisi platform disebut telah stabil dan terkendali.
Ke depan, Pemkot Tangsel berencana memperluas kanal layanan dengan menghadirkan native web chat guna meningkatkan reliabilitas sistem serta memperkuat kontrol layanan digital.
Selain itu, integrasi dengan stakeholder layanan darurat 112 juga akan terus dikembangkan untuk mendukung proses pelaporan dan tindak lanjut kebutuhan warga secara lebih cepat dan terhubung.
Melalui penguatan integrasi tersebut, Pemkot Tangsel berharap Helita dapat berkembang menjadi ekosistem layanan publik digital yang semakin responsif, efisien, dan mudah diakses masyarakat. (*)







