Tangerang, Semartara.News – Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana meningkatkan frekuensi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dari sebelumnya tiga bulan sekali menjadi dua bulan sekali pada tahun 2026.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Menurutnya, GPM telah menjadi salah satu program strategis yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam menyediakan bahan pangan dengan harga di bawah pasar.
“Pada 2025 dilaksanakan tiga bulan sekali, dan tahun 2026 kita tingkatkan menjadi dua bulan sekali. InsyaAllah jika kemampuan keuangan daerah memungkinkan, pada 2027 bisa sebulan sekali,” ujarnya.
Ia menegaskan, perluasan jadwal pelaksanaan GPM juga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh kecamatan Kabupaten Tangerang secara bergiliran, sehingga manfaat program tidak hanya terpusat di satu wilayah.
Selain itu, Pemkab Tangerang juga terus mendorong sinergi antara perangkat daerah, khususnya Disperindag dan Dinas Pertanian, dalam memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau tetap terjaga di pasaran.
Sejumlah warga sebelumnya menyambut positif program tersebut karena dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama di tengah fluktuasi harga pangan.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan Gerakan Pangan Murah sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah. (*)







