Tangsel Butuh Lebih Banyak Pelatih Bersertifikat, Ini Alasannya

PSSI Tangsel dorong sertifikasi pelatih sepak bola. Pilar Saga Ichsan menegaskan pelatih wajib punya lisensi resmi.
Peserta mengikuti materi kursus lisensi D yang digelar PSSI Kota Tangsel di kantor Pemkot Tangsel, Senin (27/4/2026), sebagai upaya meningkatkan kualitas dan jumlah pelatih bersertifikat. (Foto: Ist)

Kota Tangsel, Semartara.News — Kebutuhan pelatih sepak bola bersertifikat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus meningkat seiring berkembangnya kompetisi dan pembinaan usia dini. Kondisi ini mendorong PSSI Kota Tangsel untuk terus menggelar kursus lisensi sebagai upaya memenuhi standar kepelatihan yang semakin ketat.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa sertifikasi pelatih kini menjadi syarat mutlak dalam dunia sepak bola modern. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kursus lisensi D yang digelar di kantor Pemkot Tangsel, Senin (27/4/2026).

“Sekarang tidak bisa lagi seperti dulu. Pelatih tanpa sertifikat tidak diperbolehkan. Semua harus memiliki lisensi kepelatihan,” ujarnya.

Menurut Pilar, meningkatnya jumlah kompetisi di berbagai level membuat kebutuhan pelatih terus bertambah. Di sisi lain, banyak pelatih senior yang telah pensiun sehingga regenerasi menjadi hal yang tidak terelakkan.

Ia mencontohkan, dalam kompetisi Liga 4 Indonesia, pelatih minimal harus memiliki lisensi D. Standar ini bahkan telah diterapkan di level amatir, sementara di kompetisi profesional seperti Liga 1, persyaratan lisensi jauh lebih tinggi.

“Ke depan kita membutuhkan pelatih dengan lisensi A hingga Pro. Memang tidak mudah karena prosesnya sulit, biayanya besar, dan kesempatannya terbatas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tangsel, Erlangga Yudha Nugraha, menyebut kebutuhan pelatih berlisensi di Tangsel masih sangat besar, terutama untuk mendukung pembinaan di Sekolah Sepak Bola (SSB) dan memenuhi standar kompetisi resmi.

Ia menyampaikan bahwa minat terhadap kursus lisensi D masih tinggi. Selama masa kepemimpinannya, pelatihan lisensi D telah digelar sebanyak tiga kali, dengan total sekitar 90 pelatih yang kini telah mengantongi lisensi tersebut.

“Kurang lebih sudah 90 pelatih berlisensi D di Tangsel. Peserta juga dibekali pemahaman filosofi sepak bola Indonesia yang terus berkembang mengikuti arah sepak bola modern,” ujarnya.

Untuk pelatihan yang berlangsung saat ini, terdapat 30 peserta yang mengikuti, tidak hanya berasal dari Tangsel, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.

“Peserta datang dari berbagai wilayah, mulai dari Subang hingga Kalimantan,” jelasnya.

Erlangga menambahkan, pelatihan di tingkat kota saat ini masih terbatas pada lisensi D, sementara lisensi yang lebih tinggi menjadi kewenangan PSSI Provinsi.

Ke depan, Askot PSSI Tangsel berencana memperketat aturan dengan mewajibkan setiap pelatih memiliki lisensi D, guna meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola secara menyeluruh.

“Langkah ini penting agar kualitas pelatih dan pembinaan di Tangsel semakin baik dan mampu bersaing,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan