Jakarta, Semartara.News — Peta penggunaan dompet digital (e-wallet) di Indonesia semakin menunjukkan garis tegas antar generasi. Riset terbaru mengungkap bahwa Gen Z menjadi kelompok paling dominan dalam penggunaan e-wallet, sementara Milenial lebih mengutamakan aspek keamanan, dan Gen X cenderung memilih kepraktisan dalam bertransaksi.
Sepanjang 2025, e-wallet mencatat penetrasi lebih dari 90% di kalangan pengguna fintech nasional. Angka ini mencerminkan pergeseran besar dalam perilaku keuangan masyarakat, di mana transaksi digital kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari—mulai dari belanja, pembayaran tagihan, hingga layanan transportasi.
Survei yang dilakukan Jakpat terhadap 1.945 responden—terdiri dari Gen Z (42%), Milenial (39%), dan Gen X (19%)—menunjukkan bahwa meski tingkat adopsi tinggi di semua kelompok usia, motivasi dan cara penggunaannya berbeda secara signifikan.
Tiga Generasi, Tiga Pendekatan
Gen Z tampil sebagai pengguna paling aktif, dengan kecenderungan memanfaatkan e-wallet sebagai alat multifungsi. Selain untuk pembayaran, mereka juga menggunakannya untuk transfer dan menyimpan uang. Sebanyak 53% Gen Z bahkan memanfaatkan e-wallet sebagai sarana penyimpanan dana, menandakan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi terhadap platform digital.
Berbeda dengan itu, Milenial menunjukkan pendekatan yang lebih selektif. Sebanyak 56% dari mereka memilih e-wallet yang berizin dan terdaftar di OJK, menempatkan keamanan sebagai faktor utama dalam menentukan pilihan layanan. Selain itu, tiga dari empat Milenial menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan, menjadikannya sebagai alat pengelolaan keuangan rutin.
Sementara itu, Gen X lebih menekankan pada kepraktisan. Hampir setengah dari kelompok ini menggunakan e-wallet untuk kebutuhan sehari-hari seperti pembayaran transportasi (47%). Bagi mereka, kemudahan akses dan efisiensi menjadi alasan utama adopsi teknologi ini.
“E-wallet kini tidak lagi sekadar alternatif pembayaran, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan finansial sehari-hari. Menariknya, tiap generasi memanfaatkannya dengan cara yang berbeda, meski berangkat dari kebutuhan yang sama: kemudahan dan kepraktisan,” ujar Farida Hasna, Lead Researcher Jakpat, dilansir Senin, 27 April 2026.
Fungsi dan Kebiasaan Transaksi
Secara umum, transfer uang menjadi fungsi paling dominan, digunakan oleh 7 dari 10 responden. Pembayaran tagihan dan belanja online juga tinggi, masing-masing mencapai 64%. Selain itu, transaksi langsung (offline) dan layanan pesan antar turut menjadi bagian dari kebiasaan, terutama di kalangan Milenial dan Gen X.
Kemudahan penggunaan menjadi alasan utama bagi 60% responden dalam memilih e-wallet. Di sisi lain, informasi mengenai layanan ini paling banyak diperoleh dari media sosial (36%) dan rekomendasi orang terdekat (35%). Khusus Gen X, media massa masih menjadi salah satu sumber informasi penting.
Preferensi Merek dan Tren Baru
Dari sisi merek, DANA menjadi e-wallet paling populer dengan tingkat penggunaan 72%, terutama di kalangan Gen Z. GoPay menyusul dengan 60% pengguna, lebih dominan di kalangan Milenial dan Gen X.
Tren lain yang mulai menguat adalah penggunaan fitur paylater. Sekitar 15% responden mengaku memanfaatkannya, dengan SPayLater memimpin (75%), khususnya di kalangan Gen Z (84%). Layanan lain seperti GoPay Later (42%) dan DANA Cicil (25%) juga menunjukkan eksistensinya di pasar.
Temuan ini menegaskan bahwa lanskap e-wallet di Indonesia semakin beragam. Bukan hanya soal siapa yang paling banyak digunakan, tetapi juga siapa yang paling relevan bagi kebutuhan tiap generasi. (*)







