Jangan Abaikan Kencing Berdarah, Bisa Jadi Gejala Kanker Ginjal

Perjuangan Vidi Aldiano melawan kanker ginjal jadi pengingat penting. Kenali gejala, faktor risiko, dan pentingnya deteksi dini.
Ilustrasi organ ginjal pada tubuh manusia. Kanker ginjal sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga penting melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. (Foto: Ist)

Kesehatan, Semartara.News — Kencing berdarah atau hematuria sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda awal kanker ginjal yang kerap tidak disadari. Banyak kasus baru terdeteksi saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut karena gejalanya yang samar.

Kanker ginjal terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada organ ginjal hingga membentuk tumor. Padahal, ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah darah, menjaga keseimbangan cairan, serta mengatur tekanan darah.

Menurut dr. Harun Wijanarko Kusuma, dokter spesialis urologi, kanker ginjal sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal.
“Dalam banyak kasus, kanker ginjal ditemukan secara tidak sengaja saat pasien menjalani pemeriksaan seperti USG atau CT Scan untuk keluhan lain. Karena itu, pemeriksaan berkala sangat penting,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Selain kencing berdarah, ada beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai, seperti nyeri pinggang yang menetap di satu sisi, munculnya benjolan di area perut atau pinggang, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, mudah lelah, hingga demam berkepanjangan.

dr. Harun menegaskan, gejala tersebut tidak boleh diabaikan.
“Jika mengalami kencing berdarah atau nyeri pinggang yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya,” jelasnya.

Beberapa faktor risiko kanker ginjal antara lain kebiasaan merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, serta pertambahan usia.

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Pemeriksaan seperti USG abdomen, CT Scan, serta medical check-up secara rutin dapat membantu menemukan kelainan sejak dini.

Untuk penanganannya, terdapat berbagai pilihan terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien, di antaranya operasi, targeted therapy, imunoterapi, hingga ablasi tumor.

Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya, menyebutkan bahwa teknologi medis saat ini memungkinkan deteksi penyakit secara lebih cepat dan akurat.
“Melalui pemeriksaan rutin, berbagai penyakit termasuk kanker ginjal dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Kesadaran untuk mengenali gejala sejak dini dan tidak mengabaikan tanda seperti kencing berdarah menjadi langkah penting dalam mencegah serta mendeteksi kanker ginjal sebelum berkembang lebih jauh. (*)

Tinggalkan Balasan