Kota Tangsel, Semartara.News – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program renovasi Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) yang menyasar ratusan rumah warga pada tahun 2026.
Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Tangsel dalam menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di tengah pesatnya pembangunan kota.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, mengatakan pemerintah daerah menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan direnovasi sepanjang tahun 2026.
Menurut Asep, program bedah rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Bapak Wali Kota menekankan bahwa pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, program ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni,” ujar Asep dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, rumah yang layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas keluarga. Dengan lingkungan tempat tinggal yang lebih baik, diharapkan kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat.
Untuk mendukung kualitas pembangunan rumah, Pemkot Tangsel tahun ini juga meningkatkan plafon anggaran bantuan bedah rumah menjadi Rp75 juta per unit dari sebelumnya Rp71 juta.
Dengan peningkatan anggaran tersebut, rumah yang dibangun telah dilengkapi fasilitas yang lebih memadai, seperti dua kamar tidur, ruang tamu, lantai keramik, instalasi listrik, hingga pompa air bersih.
Asep menambahkan, proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui verifikasi lapangan secara ketat dengan mempertimbangkan kondisi sanitasi, tingkat kerusakan bangunan, serta keselamatan penghuni.
“Prioritas diberikan kepada rumah dengan kondisi paling mendesak, terutama yang konstruksinya membahayakan penghuni dan memiliki sanitasi buruk,” katanya.
Selain itu, pengerjaan renovasi juga dipercepat dengan rata-rata waktu penyelesaian sekitar satu bulan untuk setiap unit rumah agar masyarakat dapat segera merasakan manfaat program tersebut.
Hingga saat ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tercatat telah memperbaiki sedikitnya 2.800 unit rumah warga melalui program RUTLH yang tersebar di berbagai wilayah. (*)







