Mengenal “perfume layering” untuk ciptakan wewangian personal

perfume layering
Ilustrasi - Parfum. ANTARA/Pixabay.

Cara “layering”

Tidak ada aturan baku mengenai cara melakukan pelapisan parfum, karena pada dasarnya parfum adalah salah satu hal personal yang identik dengan aroma tubuh Anda. Oleh sebab itu tidak ada jenama khusus atau batasan tertentu dalam menciptakan aroma dari lapisan wewangian.

“Mencampur aneka wewangian ke tubuh Anda dapat dilakukan kapan saja dan menyesuaikan suasana hati, musim atau cuaca, hingga acara spesial yang akan Anda hadiri seperti hari pernikahan Anda misalnya,” kata Alexander Lee.

Melakukan trial and error adalah cara terbaik untuk mengetahui apakah aneka wewangian yang Anda semprotkan ke tubuh tercampur dengan baik dan menciptakan aroma unik sesuai yang Anda inginkan atau tidak.

Kendati tidak ada batasan tertentu dalam melakukan pelapisan wewangian, Alex memberikan rekomendasi berikut, “Pilihlah aroma (note) yang sangat berbeda dan mencampur wewangian dari jenis yang berbeda. Anda dapat membuat wewangian baru dengan kontras.”

Langkah pertama yang baik adalah menggunakan parfum yang Anda sukai yang memiliki ciri khas yang kuat dan menambahkan atau mendukung aromanya dengan aroma tertentu. Sebagai contoh Anda bisa memadukan aroma jeruk dengan aroma berbasis oud (aroma kayu), atau parfum bunga dengan sesuatu yang lebih intens.

Mengenal “notes”

Meskipun tidak ada aturan baku, tidak ada salahnya untuk mengenal tujuh kelompok aroma yang dapat dikategorikan, yang akan membantu Anda lebih memahami bagaimana memadukan aroma.

Pertama adalah kategori jeruk (citrus). Aroma ini cenderung segar dan ringan seperti jeruk keprok, jeruk bali, lemon, mandarin, bergamot, jeruk nipis, hingga yuzu.

Kemudian ada kategori bunga (floral) yang cenderung memberi kesan feminin dan manis seperti melati, mawar, lily of the valley (lili lembah), tuberose (sedap malam), ylang-ylang (kenanga), violet, dan banyak lagi. Untuk kesan maskulin dan halus ada kategori fougère seperti aroma kayu, lumut oak, bergamot, kumarin, vetiver, dan lavender.

Untuk aroma hangat ada kategori chypre. Kategori ini cenderung memberi kesan hangat namun kering dan halus seperti campuran oak moss, patchouli (nilam), bergamot, dengan aroma bunga atau buah termasuk lavender atau pala.

Lalu ada kategori kayu atau woody yang biasanya bertugas memberikan aroma hangat dan seimbang pada wewangian seperti cedar, vetiver, cendana, amber, gaharu dan lainnya. Ada pula kategori oriental yang memberikan kesan hangat serta sensual yang biasanya didapat dari patchouli (nilam), amber, vanila, lumut, dan kayu eksotis, rempah-rempah serta aneka bunga.

Terakhir adalah kategori mossy (lumut) dan leather (kulit) yang memberi aroma berkesan maskulin yang kuat. Biasanya kategori ini diciptakan dari aroma kayu yang diasapi dan dibakar, kayu birch, dan tembakau.

Tinggalkan Balasan