Komisi VI DPR RI, Ananta Kritisi Bos Pertamina Soal Izin Agen Gas di Banten

Komisi VI DPR RI Ananta Kritisi Bos Pertamina Soal Izin Agen Gas di Banten
Tangkapan layar: Ananta Wahana saat RDP Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT Pertamina, Nicke Widyawati, Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (31/1/2023)/TV Parlemen.

Soal Jaringan Gas

Kemudian terkait soal jaringan gas, Ananta menanyai bos Pertamina tentang emisi karbon dioksida yang tinggi berdampak pada lingkungan yang membahayakan manusia.

Juga resiko kebocoran relatif tinggi, dan harganya ternyata hampir sama dengan gas elpiji 12 kilogram serta pasti lebih mahal dari gas elpiji 3 kilogram.

“Selain itu, saat pemasangan instalasi di tempat kami, di Bonang, di Perumnas Tangerang, itu biasanya setelah digali, merusak jalan dan tidak dikembalikan,” ujarnya.

Terakhir, politisi PDI Perjuangan itu menyoroti soal Pertamina menguji coba pembelian elpiji atau LPG 3 kilogram dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).

“Terkait beli elpiji 3 Kg pakai KTP ini kira-kira akan menyasar kelompok yang mana,” ucapnya.

“Penjualannya melalui penyalur resmi elpiji 3 kilo itu berarti termasuk warung-warung kecil kan. Terus sosialisasinya bagaimana itu,” imbuhnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan