SEMARTARA, Tangerang – Berwisata alam ke Danau Biru Cigaru yang berlokasi wilayah Kecamatan Cisoka, atau ke Hutan Lindung dan Keramat Solear di Kabupaten Tangerang, memang menyenangkan, apalagi bersama keluarga atau orang-orang terdekat. Karena, selain murah meriah, pengunjung juga bisa melihat keunikan-keunikan yang ada di kawasan wisata tersebut.
Di Danau Biru Cigaru, misalnya. Di kawasan ini pengunjung bisa melihat panorama alam, air danau yang bisa berubah warna; hijau toska, biru, dan kecoklat-coklatan. Selain itu, pengunjung di kawasan wisata bekas galian pasir ini, akan dimanjakan dengan berbagai wahana permainan seperti flying fox, sepeda gantung, kolam renang anak-anak, getek cinta, serta bermain bebek-bebekan.
Begitu pula di Hutan Lindung dan Keramat Solear. Di kawasan hutan seluas kurang lebih 4 hektar itu, pengunjung bisa memberimakan kawanan kera yang berada di sekitar makam Ki Masmas’ad, tokoh penyebar agama Islam di wilayah Tangerang.
Namun, ada beberapa trik dan tips yang harus dilakukan oleh pengunjung sebelum masuk ke kawasan wisata tersebut; terutamabagi pengunjung yang membawa kendaraan, baik sepeda motor atau pun kendaraan roda empat (mobil). Karena, jika kita salahberkomunikasi, atau salah menempatkan kendaraan kita setelah membayar uang parkir, bisa diminta untuk membayar parkiran lagi.
Karena, di kawasan ini, pengelolaan parkir dilakukan oleh warga sekitar, namun berkelompok-kelompok. Masing-masing kelompokmemiliki tiket parkir yang berbeda-beda. Jadi, jika pengunjung sudah membayar parkir, hendaknya memarpkirkan kendaraannya disekitar lokasi tempat pembayaran parkir semula.
Dan, memintalah kepada petugas parkir tersebut untuk memposisikan kendaraan kita. Kalau tidak, nanti bisa diminta lagi olehkelompok pengutip parkir yang lain untuk mebayar biaya parkir. Satu kali parkir Rp10 ribu. Namun bila dikutip lebih darisatu, bisa membayar dua atau tiga kali lipatnya.
Begitu pula jika kita berkunjung ke kawasan obyek wisata Hutan Lindung dan Keramat Solear. Di tempat wisata ziarah yang terkenal dengan kawanan monyet liar ini, pembayaran parkir juga bisa berlapis-lapis. Jika kita tidak pandai-pandai berkomunikasi dengan petugas parkir, bisa dikutip dua hingga tiga kali bayar parkiran. Di kawasan ini, permobil dikutip Rp15 ribu.
Namun jika bertemu dengan dua atau tiga petugas parkir yang berbeda, bisa dimintai dua atau tiga kali bayar uang parkir. Jadi, untuk pengunjung yang membawa kendaraan, hendaknya memarkirkan kendaraan di sekitar tempat ia membayar parkir, dan memintalah kepada pengutip parkir untuk membantu memposisikan kendaraan parkir kita. Karena jika maju sedikit ke depan saja, sudah ada petuga lain yang membawa tiket yang berbeda.
Untuk kawasan ini, pengunjung juga tidak perlu kaget jika masuk ke toilet umum di sekitar kawasan wisata. Karena, harganya berbeda dengan tempat-tempat lain. Kalau di tempat lain biasanya Rp2 ribu sekali masuk, di kawasan ini Rp3 ribu sekali masuk. (Wid)