Kota Tangsel, Semartara.News — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan diri menjadi salah satu barometer kota cerdas di Indonesia melalui roadmap transformasi digital yang disiapkan secara bertahap hingga 2027.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, yang mengungkapkan bahwa penguatan ekosistem digital menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurut Asep, perjalanan digitalisasi di Tangsel telah dimulai sejak beberapa tahun lalu melalui pengembangan aplikasi layanan di masing-masing perangkat daerah. Tahap berikutnya kemudian diarahkan pada integrasi layanan dalam satu portal resmi kota.
“Kami tidak memulai dari nol. Transformasi ini dibangun bertahap, dari digitalisasi per layanan, integrasi sistem, hingga sekarang masuk ke tahap ekosistem layanan yang saling terhubung,” ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Saat ini, Pemkot Tangsel telah memasuki fase baru melalui konsep Satu Ekosistem Percakapan, di mana layanan publik dapat diakses melalui platform Tangsel ONE dan AI Agent Helita yang aktif selama 24 jam.
Melalui sistem tersebut, warga tidak lagi harus mengunduh banyak aplikasi berbeda untuk mengakses pelayanan pemerintah.
“Prinsipnya sederhana, pemerintah yang mendekat ke warga, bukan warga yang dipersulit oleh sistem,” katanya.
Fokus Roadmap 2026–2027
Asep menjelaskan, pada kuartal ketiga 2026 Pemkot Tangsel menargetkan perluasan integrasi layanan dengan melibatkan lebih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekaligus menghadirkan fitur personalisasi layanan bagi masyarakat.
Dalam tahap ini, sistem digital pemerintah nantinya dapat memberikan pengingat otomatis terkait kebutuhan administrasi warga, mulai dari layanan publik hingga notifikasi tertentu.
“Ke depan, sistem yang akan mengingatkan warga, bukan sebaliknya. Itu arah pelayanan modern yang ingin kami bangun,” jelasnya.
Selanjutnya pada 2027, Tangsel menargetkan terwujudnya konsep Smart City Humanis, yakni kota cerdas yang menggabungkan teknologi, data, dan pendekatan pelayanan yang tetap berpusat pada manusia.
Menurut Asep, konsep tersebut menekankan bahwa teknologi bukan sekadar alat modernisasi, tetapi instrumen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan inklusif.
“Smart city bukan soal banyaknya aplikasi atau layar digital. Ukurannya adalah seberapa besar teknologi mempermudah hidup masyarakat,” ujarnya.
Target Jadi Barometer Nasional
Dengan pengembangan yang terus berjalan, Pemkot Tangsel optimistis dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pembangunan kota cerdas berbasis kebutuhan warga.
Asep menilai, posisi Tangsel sebagai kota urban dengan pertumbuhan penduduk tinggi dan dinamika masyarakat digital menjadi modal kuat untuk mengembangkan inovasi layanan publik.
“Kami ingin Tangsel bukan hanya maju untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi benchmark atau barometer bagi kota-kota lain di Indonesia dalam transformasi digital,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh roadmap tersebut akan diiringi penguatan keamanan siber, peningkatan literasi digital masyarakat, serta peningkatan kapasitas aparatur sipil negara agar adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Tujuan akhirnya adalah pelayanan publik yang semakin dekat, cepat, dan dipercaya masyarakat,” tandasnya. (*)







