“Kita Lawan Dunia”, Lagu NRTG yang Temani Kamu Saat Hidup Terasa Berat

“Kita Lawan Dunia” dari NRTG hadir sebagai teman saat hidup terasa berat, dengan lirik jujur tentang gagal, bangkit, dan terus melangkah.
Personel NRTG: Rofy, drum (kiri), Arsyad Mohamed, vokal/gitar (tengah), Rony Firdaus, bass (kanan). (Foto: Dok. NRTG)

Musik, Semartara.News — Ada hari-hari ketika bangun pagi terasa lebih sulit dari biasanya. Ketika rencana tidak berjalan, mimpi terasa jauh, dan kegagalan datang berulang kali. Di momen seperti itu, lagu kadang bukan sekadar hiburan—ia bisa menjadi teman.

Di situlah “Kita Lawan Dunia”, single terbaru dari trio pop punk asal Surakarta—Arsyad Mohamed (vokal/gitar), Rony Firdaus (bass), dan Rofy (drum)—hadir. Bukan sebagai solusi, tapi sebagai pengingat: kamu tidak sendirian.

Dirilis pada 27 Februari 2026, lagu ini terasa seperti percakapan sederhana dengan diri sendiri—jujur, tanpa basa-basi, dan dekat dengan keseharian.

Cerita Kecil yang Terasa Besar

Sejak bait pertama, lagu ini langsung menyentuh rutinitas yang familiar:

Bangun pagi langsung lari
Matahari masih bersinar lagi
Walaupun malas, tetap gas
Kita semua punya mimpi yang keras

Tidak ada dramatisasi berlebihan. Justru kesederhanaan itu yang membuatnya terasa nyata. Lagu ini seperti potongan hidup banyak orang—tentang bangun, ragu, tapi tetap mencoba.

Dalam wawancara bersama Arsyad Mohamed, Jumat, 10 April 2026, ia menjelaskan bahwa lagu ini memang berangkat dari pengalaman yang dekat.

“Lagu ini diangkat dari kisah nyata tentang seseorang yang terus berjuang meraih cita-citanya. Meskipun mengalami kegagalan berulang kali, semangat untuk bangkit tetap menjadi inti dari cerita yang ingin kami sampaikan.”

Tentang Bertahan—dan Berteman

Yang membuat “Kita Lawan Dunia” terasa hangat bukan hanya pesannya, tapi juga rasa kebersamaan yang dibangun di dalamnya:

Tertawa lepas
Tak ada batas
Keringat jadi cerita bebas

Lagu ini tidak berbicara tentang perjuangan yang sepi. Ia justru menekankan bahwa di tengah lelah, selalu ada ruang untuk tertawa—dan orang-orang yang bisa diajak bertahan bersama.

Puncaknya hadir di bagian chorus:

Melompat lebih tinggi
Terbang tanpa sayap kiri
Bersama teman-teman gila
Kita lawan dunia

Sebuah kalimat sederhana, tapi terasa seperti pelukan.

Tidak Harus Kuat, yang Penting Jalan Terus

Menariknya, lagu ini tidak memaksa pendengarnya untuk selalu kuat. Di bagian akhir, ia justru kembali ke realitas yang lebih jujur:

Walaupun gagal lagi
Ku coba terus berlari
Mengejar semua mimpi ini
Takkan pernah berhenti

Tidak ada janji bahwa semuanya akan mudah. Tidak ada kepastian bahwa mimpi akan langsung tercapai. Yang ada hanyalah ajakan untuk terus berjalan.

“Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa setiap orang tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Selalu ada harapan dan alasan untuk terus melangkah ke depan,” kata Arsyad.

Lagu yang Tidak Menggurui

NRTG—yang merupakan singkatan dari Not Ready Tapi Gas—tidak mencoba tampil sempurna. Justru dari ketidaksiapan itulah mereka menemukan kejujuran.

“Kami percaya bahwa kesederhanaan dalam lirik justru dapat menyampaikan pesan dengan lebih kuat dan mudah dipahami oleh pendengar.”

Dan mungkin itu alasan kenapa lagu ini terasa begitu dekat. Ia tidak memberi nasihat. Ia hanya hadir.

Saat Hidup Terasa Berat

Bagi sebagian orang, “melawan dunia” terdengar seperti sesuatu yang besar. Tapi lewat lagu ini, maknanya menjadi lebih sederhana—dan lebih manusiawi.

Melawan dunia bisa berarti tetap bangun pagi.
Tetap mencoba, meski gagal.
Tetap percaya, meski ragu.

Dan di saat-saat seperti itu, mungkin yang kita butuhkan bukan jawaban—tapi teman.

Kita Lawan Dunia adalah salah satunya.

Kita tidak sendirian. (Red)

Tinggalkan Balasan