Selain itu, WIKA tengah mengerjakan Proyek Peningkatan, Pembangunan Jalan dan Jembatan di wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Progres proyek tersebut telah mencapai 62%.
Proyek ini akan menjadi infrastruktur pendukung perhelatan Tourism Working Group (TWG) yang masuk dalam rangkaian G20 yang berfokus pada upaya transformasi pariwisata berbasis komunitas dan UMKM demi pariwisata yang lebih tangguh.
Proyek di Solomon Selesai Lebih Cepat, WIKA Tunjukan Kapasitasnya di Pasar Luar Negeri
Keberhasilan WIKA dalam mengerjakan proyek bertaraf internasional dibuktikan dengan penyelesaian Proyek Multi Purpose Sport Complex di Kepulauan Solomon, 3 bulan lebih cepat dari target. Proyek tersebut secara resmi diserahterimakan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi kepada Perdana Menteri Kepulauan Solomon Hon. Manasseh Damukana Sogavare.
Serah terima juga disaksikan oleh Hon. Manasseh Maelanga selaku Wakil Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Hon. Christopher Laore selaku Kementerian Dalam Negeri Kepulauan Solomon, Dr. Jimmie Rodgers selaku Ketua National Hosting Authority, Eddie Siapu selaku Walikota Honiara dan Luthfi himawan selaku Project Manager sekaligus Country Manager WIKA untuk Kepulauan Pasifik.
Proyek ini merupakan hibah Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah dan Rakyat Kepulauan Solomon dan dibangun untuk penyelenggaraan Pacific Games 2023 turnamen antar negara yang berada di sekitar pulau Pasifik.
Dalam sambutannya Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan bahwa proyek tersebut dapat menyimbolkan harapan dan optimisme. Indonesia juga ingin menjalin kemitraan dengan Kepulauan Solomon dan negara lain di kawasan Pasifik menjadi sebuah kesempatan untuk dapat membangun masa depan bersama melalui kerja sama yang didasari rasa saling percaya dan saling menghormati.
“Bangunan ini dikerjakan bersama-sama oleh putra-putri Indonesia dan putra-putri Kepulauan Solomon,” ujar Retno.
WIKA mampu menyelesaikan proyek ini 3 bulan lebih cepat dari target yang ditetapkan yaitu pada Desember 2022. Menurut Agung BW, capaian tersebut merupakan buah dari metode kerja yang efektif dengan melibatkan monitoring dan evaluasi yang intensif serta didukung dengan pengalaman panjang WIKA dalam menjalankan bisnis di luar negeri.
“Akselerasi ini tentu akan bermanfaat untuk semua pihak. Pemerintah dan masyarakat Solomon tentu dapat dengan segera menggunakan fasilitas tersebut, kemudian bagi Pemerintah Indonesia, ini menunjukan kapasitas BUMN dan anak bangsa. Sementara itu, hal ini juga menguntungkan secara bisnis bagi WIKA,” jelas Agung BW.
Sejalan dengan itu, di hadapan Menteri Retno Marsudi, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Hon. Manasseh Damukana Sogavare mengungkapkan kepuasannya terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh WIKA.
“Saya memuji dan salut terhadap tim proyek WIKA atas profesionalisme dan kerendahan hati mereka. Mereka merupakan ambasador yang luar biasa dan telah membuat bangga negara anda,” ujar Menteri PM Sogavare.(Sayuti)