Tangerang, Semartara.News – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, melakukan inspeksi langsung terhadap progres renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, pada hari Jumat (20/02/26).
Dalam kunjungannya, Wabup Intan menyampaikan bahwa rumah yang layak tidak harus bersifat mewah, melainkan harus memenuhi standar fungsional dan aspek kesehatan. Rumah yang aman dan nyaman akan membuat penghuninya merasa tenang dan sehat, sekaligus mendorong kemandirian.
“Rumah yang layak harus memperhatikan aspek fungsional dan kesehatan. Kalau tempat tinggal aman dan nyaman, insyaAllah penghuninya akan lebih sehat dan merasa tenang, serta mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Dia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program pembangunan RTLH, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan. Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan serta kolaborasi semua pihak yang turut menyukseskan program-program pemerintah yang langsung menyentuh masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Sekcam Curug, Lurah Sukabakti, dan pejabat terkait lainnya meninjau langsung pembangunan RTLH milik Ibu Yana. Semoga proses pembangunannya segera selesai dan keluarga Ibu Yana dapat segera menempatinya,” ungkapnya.
Selain meninjau progres renovasi, Wabup Intan berinteraksi dengan warga setempat, termasuk membahas pemanfaatan mobil siaga yang telah diserahkan ke desa dan kelurahan untuk keperluan darurat dan pelayanan masyarakat.
“Fasilitas ini bisa digunakan masyarakat untuk keperluan mendesak maupun layanan kesehatan. Manfaatkan dengan baik dan koordinasikan langsung melalui pihak kelurahan atau desa,” tegasnya.
Secara simbolis, Wabup Intan juga menyerahkan bantuan berupa kasur, kipas angin, perlengkapan rumah tangga, dan paket sembako kepada penerima manfaat.
Ibu Yana, sebagai penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur atas bantuan renovasi RTLH tersebut. Ia mengaku kondisi rumah sebelumnya sangat memprihatinkan dan menimbulkan kekhawatiran bagi keluarganya.
“Terima kasih banyak, Bu, atas bantuan renovasi rumahnya. Dulu saya sering kehujanan karena bocor dan takut kalau ada angin. Sekarang, alhamdulillah, sangat terbantu,” ucap Ibu Yana dengan penuh haru. (*)







