Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jamaah Muslimin Kecam Keras Israel

Jamaah Muslimin desak pemerintah RI tuntut Israel atas tewasnya prajurit TNI dalam serangan rudal di Lebanon Selatan.
Para prajurit TNI tengah melaksanakan tugas sebagai bagian dari Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa di Lebanon (UNIFIL). (Foto: Istimewa)

Bogor, Semartara.News – Jamaah Muslimin (Hizbullah) mengecam keras Israel atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam serangan rudal terhadap pos Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) di wilayah Lebanon Selatan.

Dalam pernyataan sikap yang dirilis di Bogor, Rabu (1/4/2026), Jamaah Muslimin menyebut serangan tersebut sebagai tindakan biadab yang tidak hanya menewaskan prajurit TNI, tetapi juga melukai beberapa personel lainnya yang tengah menjalankan misi perdamaian.

Pernyataan yang ditandatangani Amir Majelis Ukhuwah Pusat Jamaah Muslimin, H. Syakuri, SH, menegaskan bahwa tindakan berulang Israel mencerminkan sikap yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia.

“Kami mendoakan semoga almarhum Praka Farizal Romadhon, almarhum Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan almarhum Sertu Muhammad Nur Ichwan diampuni segala dosanya serta dimasukkan ke dalam jannah. Kami juga mendoakan agar prajurit lainnya yang terluka segera pulih dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” ujar H. Syakuri.

Selain itu, Jamaah Muslimin mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil langkah tegas dengan menuntut pertanggungjawaban Israel atas insiden tersebut.

Jamaah Muslimin juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga internasional independen lainnya untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan tidak memihak, serta menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.

Dalam bagian lain pernyataannya, Jamaah Muslimin menuntut Israel untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil maupun pasukan penjaga perdamaian, menghormati kedaulatan Lebanon, serta mengakhiri pendudukan wilayah Palestina.

Serangan rudal yang terjadi pada 29–30 Maret 2026 tersebut membawa duka mendalam bagi masyarakat dunia, khususnya bangsa Indonesia. Insiden berlangsung di Markas Indobatt UNP 7-1, Desa Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan, saat prajurit TNI tengah menjalankan tugas dalam misi perdamaian PBB. (Rls)

Tinggalkan Balasan