Kota Tangsel, Semartara.News — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar Student Carnaval 2025 yang melibatkan ratusan pelajar dan puluhan sanggar seni untuk menampilkan beragam bakat seni dan budaya. Event ini menjadi ruang kreatif bagi siswa dari berbagai sekolah untuk menunjukkan potensi seni mereka di hadapan publik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, menyampaikan bahwa karnaval perdana ini diikuti 26 rombongan dari jenjang SD, SMP, dan sanggar seni.
“Alhamdulillah, walaupun hari libur, acaranya meriah. Ini ruang bagi siswa-siswi dan pelaku seni untuk mengekspresikan minat, bakat, dan kemampuan mereka. Harapan kami, anak-anak tumbuh punya kecintaan dan rasa berkewajiban melestarikan budaya,” ujar Deden di kawasan perkantoran Lengkong, Serpong, Sabtu (29/11/2025).
Beragam penampilan ditunjukkan peserta, seperti marching band, tari tradisional, pencak silat, hingga pertunjukan seni dari berbagai sanggar. Deden menilai keberagaman ini menjadi bukti bahwa Tangsel memiliki banyaa pelaku seni aktif yang terus berkembang.
“Esensi utama kegiatan ini adalah mengajak generasi muda turut menjaga dan melestarikan budaya nasional,” tegasnya.
Ia juga menuturkan bahwa Dindikbud akan terus mendorong event-event seni agar mampu melahirkan tarian khas Tangsel sebagai identitas daerah.
“Minimal setahun sekali harus ada karya baru yang merepresentasikan Tangsel. Mudah-mudahan event ini berkembang lebih besar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Tangsel, Yana Rodiana, menjelaskan bahwa Student Carnaval tahun ini dibagi menjadi dua sesi: karnaval budaya dan pentas seni. Pada sesi karnaval budaya, 26 peserta dari sekolah dan sanggar terlibat. Sedangkan pada pentas seni, sebanyak 25 peserta menampilkan kreasi mereka.
“Untuk karnaval budaya, kami menetapkan juara 1–3 untuk kategori SD dan SMP, serta juara harapan 1–3. Uang pembinaan diberikan untuk juara 1 hingga 3,” jelas Yana.
Ia juga menuturkan bahwa hadirnya peserta dari luar daerah merupakan langkah awal kerja sama budaya antarwilayah.
“Kami sedang menjajaki kolaborasi dengan daerah sekitar untuk sama-sama mengangkat budaya lokal. Ini baru awal dan ke depan bisa semakin luas,” pungkasnya. (*)







