Tangerang, Semartara.News – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Kegiatan ini dilaksanakan di Wihara Arya Dipa, Kosambi, pada hari Rabu (11/02/2026).
Kepala Disperindag, Resmiati Marningsih, menjelaskan bahwa sebanyak 1000 paket sembako telah disiapkan dalam kegiatan tersebut. Paket tersebut terdiri dari beras premium 4 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, dan tepung terigu 2 kg. Harga pasar untuk paket ini sekitar Rp170.600, namun berkat subsidi dari pemerintah daerah, masyarakat hanya perlu membayar Rp82.272.
“Para peserta yang ingin mengikuti program ini cukup membawa kupon yang telah dibagikan oleh pemerintah. Sasaran utama adalah masyarakat yang merayakan Imlek, khususnya di wilayah Kosambi dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan dari Gerakan Pangan Murah adalah untuk meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat menjelang Tahun Baru Imlek.
“Dengan adanya program ini, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan tepung dengan harga yang lebih terjangkau. Ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan, terutama saat perayaan Imlek,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan biaya yang lebih rendah, meningkatkan daya beli, serta memberikan dukungan sosial dan ekonomi selama masa hari raya.
“Semoga GPM ini dapat memfasilitasi perayaan Imlek yang lebih meriah dan membantu ekonomi masyarakat. Kami juga berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan untuk terus mendukung perekonomian dan kebutuhan pokok warga,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Cikwa, seorang warga Kosambi, menyampaikan apresiasi terhadap program GPM yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu mengurangi beban ekonomi warga.
“Kami merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Sebelumnya, kami harus membeli bahan pokok dengan harga lebih mahal, sekarang bisa mendapatkan barang dengan harga setengahnya. Semoga program ini rutin diadakan setiap tahun agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tuturnya. (*)







