Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Pendamping PKH di Tangerang Diberi Penguatan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Pendamping PKH di Tangerang Diberi Penguatan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Anggota MPR RI, Ananta Wahana saat Sosialisasi 4 Pilar, bertempat di Gedung Nyimas Melati, Kota Tangerang, Banten, Minggu, (2/4/2023).

Harus Perhatikan Rakyat di Pelosok

Dalam kaitan itu, Ananta juga mengutip perkataan pengarang buku Max Havelar, Eduard Douwes Dekker atau Multatuli.

Dia bercerita, bahwa Multatuli pernah menjabat Asisten Residen Lebak. Dalam jabatannya, Multatuli pernah berkata ‘Kalau masyarakat Lebak bisa hidup sejahtera, maka rakyat Indonesia akan sejahtera’.

“Artinya, kita harus memperhatikan kesenjangan masyarakat yang ada di pelosok. Saya pun sering ke pelosok untuk memastikan kesejahteraan masyarakatnya,” tandasnya.

Sementara itu, Stafsus Kemensos RI, Faozan Amar menyampaikan apresiasinya kepada Ananta Wahana, yang telah memberikan pemahaman 4 Pilar MPR RI kepada para pendamping PKH.

“Terimakasih kepada Pak Ananta, yang sudah menjelaskan Sosialisasi 4 Pilar karena penting bagi kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” kata Faozan.

Faozan menjelaskan, bahwa terdapat kurang lebih 41.425 KPM PKH di Kota Tangerang. Dia berharap para pendamping PKH untuk membantu pemerintah dalam menuntaskan kesenjangan sosial yang ada.

“Sekarang ini, musuh bangsa Indonesia ada dua, yaitu kemiskinan dan kebodohan,” ujarnya.

“Saya berharap teman-teman pendamping PKH dapat membantu para KPM yang buta huruf, yang rumah tidak layak huni atau tidak memiliki tempat sanitasi, bahkan sampai mereka graduasi,” ucapnya.

Terakhir, Faozan meminta kepada Ananta Wahana sebagai Anggota DPR RI agar memperhatikan kesejahteraan para pendamping PKH.

“Insentif PKH minta tolong dibantu, Pak. Kasihan teman-teman pendamping PKH,” imbuhnya.

Diketahui, kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI itu, dihadiri Staf Khusus Kementerian Sosial RI, Faozan Amar, Koordinator wilayah PKH Banten, Farhah Syibli, dan para pendamping PKH se-Kota Tangerang.

Dalam kesempatan itu, wakil rakyat dengan ciri khas mengenakan blangkon dan lomar atau kain ikat kepala khas Suku Baduy tersebut, sempat memberikan hadiah kepada para pendamping PKH yang memiliki dedikasi tinggi atau berprestasi. (Tim)

Tinggalkan Balasan