Pancasila Sebagai Norma Negara dan Norma Individu
Ananta menekankan, bahwa sejarah lahirnya Pancasila sangat perlu untuk diingat. Dan yang lebih utama lagi bagaimana para pemimpin kita dapat mewujudkan Pancasila sebagai Norma Negara diimplementasikan dalam kebijakan negara untuk kesejahteraan rakyat.
Sedang sebagai Norma Individu dijalankan sebagai pedoman berkeperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.
Jadi, “Begitu pentingnya memahami pidato lahirnya Pancasila bagi kita semua. Agar Pancasila tetap dapat dipahami, dijaga, dikawal dan dilestarikan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Tangsel, Wanto Sugito mengatakan, sebagai kader partai penting untuk memahami 4 Pilar MPR RI ini.
“Soal 4 Pilar ini saya ingat PBNU, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD NRI 1945,” ungkapnya.
Menurut Wanto, untuk memahami Pancasila maka kader partai juga harus memahami Bung Karno sebagai penggalinya.
“Tadi Pak Ananta sudah menyampaikan sejarah lahirnya Pancasila. Dan penggalinya adalah Bung Karno,” katanya.
Wanto juga mengingatkan kader PDIP Kota Tangsel agar Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan dan kemasyarakatan.
“Ini sebagai vitamin untuk memperkuat perjuangan partai. Yang penting diimplementasikan oleh seluruh kader partai,” imbuhnya. (Tim)