Sopir Tewas Terlindas Truk Kontainer di Tangerang

Seorang sopir tewas terlindas truk kontainer di Jayanti Tangerang usai tertidur saat bongkar muatan, polisi selidiki kasus ini lebih lanjut.
Truk kontainer yang terlibat kecelakaan kerja di area PT Harindra Sukses Bersama, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Jumat (3/4/2025). Seorang sopir dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terlindas kendaraan saat beristirahat di bawah truk. (Foto: Dok. Polda Banten)

Tangerang, Semartara.News — Seorang sopir berinisial IB tewas setelah terlindas truk kontainer di area PT Harindra Sukses Bersama, Jayanti, Kabupaten Tangerang. Insiden tragis ini terjadi ketika sopir kendaraan lainnya tidak menyadari korban berada di bawah truk saat mesin dinyalakan.

Peristiwa terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, saat aktivitas bongkar muatan jagung berlangsung di gudang. Korban diketahui tengah beristirahat di bawah kendaraan.

Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa posisi korban saat itu sangat berbahaya.

“Korban berada di bawah kendaraan dengan posisi kepala sejajar dengan mobil, sementara badan dan kaki berada di samping kendaraan,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Tanpa mengetahui keberadaan korban, sopir berinisial JA menyalakan mesin dan memajukan truk kontainer. Kendaraan yang bergerak itu kemudian melindas korban.

Rekan korban yang menyadari kejadian tersebut langsung berteriak memberi peringatan kepada sopir. Namun nahas, korban sudah terlindas sebelum kendaraan berhasil dihentikan.

“Setelah kendaraan dihentikan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Diduga akibat terlindas ban kontainer,” lanjutnya.

Mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Cisoka segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Balaraja.

Dalam penanganan awal, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit truk traktor head kontainer, kunci kontak, serta STNK kendaraan.

Polda Banten mengimbau seluruh pekerja dan pengelola industri untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di area dengan aktivitas kendaraan berat.

“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan