SMP di Kabupaten Tangerang Rusak Parah Sejak 2018

SMP di Kabupaten Tangerang Rusak Parah Sejak 2018
SMP di Kabupaten Tangerang Rusak Parah Sejak 2018
SMP di Kabupaten Tangerang Rusak Parah Sejak 2018
SMP di Kabupaten Tangerang Rusak Parah Sejak 2018

Kondisi memprihatinkan terlihat di SMP Negeri 2 Kosambi, Kabupaten Tangerang. Sekolah tersebut nampak rusak parah dan tidak terawat.

 

Di lansir dari laman detik.com, jalan perumahan Duta Bandara Permai, Jatimulya, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Dari 21 ruang kelas yang rusak itu berada di lantai dua.

 

Lantai keramik kelas nampak berdebu dan pecah. Beberapa ruang kelas tidak ada meja dan bangku.

 

Selain itu, atap plafon ruang kelas banyak yang bolong. Beberapa kaca jendela kelas sudah pecah.

 

Kepala sekolah SMPN 2 Kosambi, Kusnandar mengatakan kondisi semacam ini terjadi sejak 2018. Dia mengungkapkan memang sudah ada perbaikan pada 2021, tetapi hanya tiga ruang kelas.

 

“Untuk perbaikan, alhamdulillah pada 2021 kita dapat 3 ruang kelas, selebihnya memang kita belum ada perbaikan sejak tahun 2018, sejak Kepsek (Kepala sekolah) yang lama pun belum ada perbaikan atas sembilan kelas ini, ” kata Kusnandar.

 

Kusnandar menyampaikan 9 ruang kelas yang layak itu sampai saat ini masih cukup untuk kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Namun, dia khawatir jika PTM sudah 100 persen ruang kelas tidak cukup untuk menampung siswa.

 

“Untuk saat ini kalau PTM terbatas masih tercukupi. Artinya, masih tertutup dengan ruangan yang ada. Namun, kalau sudah 100 persen, sepertinya kita sudah tidak bisa untuk masuk semua secara penuh karena memang kondisi kelasnya seperti ini,” ujarnya.

 

Kusnandar mengaku sudah mengajukan surat permintaan perbaikan sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Dia berharap sekolah yang dipimpinnya dapat diperbaiki tahun ini.

 

“Untuk tahun 2020, saya sudah mengajukan ke dinas untuk permintaan renovasi dari 9 kelas yang rusak. Pengajuan saya lakukan sekitar bulan November atau Desember,” ucapnya.

 

Sementara itu, Humas SMPN 2 Kosambi Dadang Kurniadi membeberkan sekolah sudah rusak sejak 2018. Dia menyebut satu meja bisa ditempati tiga anak untuk belajar.

 

“Dulu anak-anak semeja bisa tiga orang duduknya karena meja belajarnya tidak ada ruang dan kelasnya rusak. Jadi, mau gak mau agar tetap bisa belajar, mereka harus dempetan,” ucapnya.

 

Meski demikian Dadang mengatakan kondisi belajar mengajar tetap kondusif. Sejauh ini kata Dadang tidak ada komplain dari para orangtua siswa.

 

“Suasana kondusif, tidak ada komplain dari orang tua anak tetap (Kegiatan Belajar Mengajar) KBM kan harus daripada anak tidak KBM dengan alasan ruang kelas rusak, bahaya buat kita,” tutupnya.

 

*Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan