Senada pula dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Adi Tiya Wijaya. Ia mengatakan, bila melihat potensi pasar di Kabupaten Tangerang, sepertinya tidak realistis jika perusahaan milik pemerintah daerah tersebut hanya menyumbangkan PAD-nya ke Kabupaten Tangerang Rp400 juta pertahun.
Adi Tiya merinci, dengan nilai seperti itu, berarti jika dihitung dari 20 pasar yang ada, setiap pasar hanya menghasilkan Rp 20 juta pertahunnya atau Rp1,6 juta perbulan. “Ini tidak masuk akal,” tegas dia.
Untuk pendapatan pasar tradisional Cisoka saja, kata Adi, pertahunnya mencapai Rp1.080.000.000. “Ini sangat tidak masuk akal, karena potensi pasar-pasar di Kabupaten Tangerang sangat besar.” pungkasnya.(Deri/Tri)