Menurut Ketua Panitia Keramasan, Achmad Farizky, tradisi keramasan di bibir Sungai Cisadane tersebut sudah dilakukan oleh warga secara turun temurun.
” Keramasan ini merupakan tradisi yang telah dilakukan warga Kampung Babakan yang saat ini dikenal kampung bekelir sejak puluhan tahun yang silam,” kata Farizky.
Biasanya lanjut dia, tradisi Keramasan digelar mulai ba’da ashar, sekitar pukul 15.30 WIB. Dan itu dilaksanakan setiap tahun, satu hari menjelang Ramadhan.
Lebih jauh Farizky menjelaskan, kepercayaan masyarakat setempat, keramasan menjelang bulan Ramadhan, untuk menyucikan badan sebelum datangnya bulan Ramadhan.
“Jelang Ramadhan kita keramas bareng untuk menyucikan badan sebelum menyucikan jiwa dengan berpuasa di bulan suci tersebut,” papar dia.