SEMARTARA, Kota Tangerang – Penantian panjang warga Kota Tangerang khususnya para pecinta Sepakbola terkait pembangunan Stadion Benteng, kini terjawab sudah. Pasalnya, Pemerintah Kota Tangerang berencana menata Stadion Benteng berkonsep Indoor dan Modern.
Rencana pembangunan stadion tersebut dinyatakan Pemkot Tangerang pasca menerima kepastian hukum status aset lahan. Beberapa waktu lalu, Pemkab Tangerang resmi menyerahkan 56 aset kepada Pemkot Tangerang, satu di antaranya adalah Stadion Benteng.
Sebelumnya, Stadion Benteng yang terletak di jantung Kota Tangerang ini terbengkalai selama bertahun-tahun, kondisinya juga semakin memprihatinkan. Hal itu membuat geram berbagai pihak, salah satunya yakni anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, HM Sjaifuddin Z Hamadin, seorang politisi yang sebelumnya getol menyuarakan adanya Rudicial Review atas Undang-Undang Nomor 2 tentang pembentukan Kotamadya Tangerang.
Mengenai penyerahan aset dari Kabupaten Tangerang ke Pemkot Tangerang pun juga disuarakan Sjaifuddin. Namun demikian, lambannya penyerahan mengakibatkan beberapa aset terbengkalai dan tak terawat.
Sejumlah aset yang berada di pusat Kota Tangerang ini nampak tak sedap dipandang. Terlebih, lokasi Stadion Benteng itu terletak bersebelahan dengan gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Belum lagi kondisi bangunan yang semakin hari semakin memprihatinkan.
Bangunan tua tak terawat dengan sampah berserakan, serta cat-cat yang mengelupas diseluruh dinding bangunan, merupakan potret kusam Stadion Benteng yang dahulu menjadi salah satu stadion kebanggaan masyarakat di Tangerang.

Aksi vandalisme memenuhi seluruh ruang bangunan stadion. Nampak lahan parkir di halaman stadion dijadikan lokasi berjualan beberapa pedagang. Hawa pengap menyeruak di pintu masuk stadion, bahkan angin berhembus sesekali membawa aroma tak sedap.
Bangunan stadion yang bertahun-tahun terbengkalai ini memberi kesan angker di mata masyarakat. Apalagi banyak kesaksian tentang cerita adanya penampakan sosok makhluk astral. Meski demikian, lapangan tersebut masih tetap digunakan untuk berbagai kegiatan. Misalnya seperti seleksi tim Persikota, Jogging mengelilingi stadion, dan bermain sepakbola untuk sekedar berolahraga.
Sementara itu, warga Kota Tangerang khususnya para pecinta sepakbola tetap terus menanti stadion yang dahulu menjadi kebanggan masyarakat Tangerang ini. Mereka (warga,-red) geram, bahkan Walikota Tangerang, Arief R.Wismansyah dianggap tak mencintai olahraga sepakbola.
Sejumlah pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berupa taman tematik di Kota Tangerang menjadi kambing hitam. Bahkan sempat terlihat spanduk-spanduk yang memberi isyarat sebuah protes. “Kami Tak Butuh Taman, Kami Ingin Stadion” demikian spanduk ditulis.
Namun kini, usai penyerahan status aset Stadion Benteng dari Pemkab ke Pemkot Tangerang ini menjawab kegundahan masyarakat. Pasalnya, Pemerintah di Kota berjuluk Akhlakul Karimah ini bakal tancap gas untuk merevitalisasi lapangan sepakbola ex latihan Persita dan Persikota Tangerang.
Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah beberapa waktu lalu mengakui bahwa pihaknya bakal merevitalisasi pembangunan Stadion Benteng dengan desain Indoor yang mampu menampung penonton sebanyak 15 ribu.
“Kita mau bangun sport center, Jadi nanti Stadion Benteng desainnya indoor dengan kapasitas sekitar 15 ribu penonton. Outdoornya dibangun di Selapajang sekitar 20 – 25 ribu penonton,” katanya.
Terkait hal tersebut, Ketua DPRD Kota Tangerang, Suparmi St mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemkot Tangerang mengenai Stadion Benteng. Sebab, rencana revitalisasi pembangunan stadion itu belum disampaikan secara resmi oleh Pemkot Tangerang kepada DPRD.
“Nanti saja kalau sudah ada kepastian dari pemkot. Karena belum disampaikan secara resmi oleh pihak pemkot, hanya baru proses penyerahan aset dari kabupaten ke kota,” ujar Suparmi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (3/2/2019). “Intinya DPRD akan mendukung. Apalagi itu dibuat untuk kepentingan umum, jadi kenapa tidak,” lanjutnya menegaskan.
Sementara rencana Pemkot Tangerang yang ingin menyulap dan menata kembali Stadion Benteng ini memberi harapan besar bagi masyarakat, khususnya para pecinta bola di Kota seribu industri sejuta jasa ini.
“Kalau bisa bangun yang besar sekalian dan bermanfaat jangka panjang. Jangan hanya karena mau menjadi tuan rumah Porprov saja,” tukas Yogi Saputra, warga Batuceper Kota Tangerang, ex pesepakbola yang sempat magang di tim Persikota Senior.
Dirinya menginginkan agar Pemkot membangun sebuah stadion yang berkapasitas besar dan berstandar Internasional. Tentunya itu bukanlah keinginan yang muluk, lantaran wilayah Kota Tangerang berdekatan dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
“Jika bertaraf Internasional, Stadion Benteng pasti jadi pilihan tepat untuk menggelar ajang-ajang bergengsi selain di Jakarta. Karena lokasinya pun lebih dekat dari Bandara,” pungkasnya. (Helmi)