Realisasi Investasi di Banten Masuk 10 Besar, Anggota Komisi VI Ananta Wahana Apresiasi Kementerian Investasi

Realisasi Investasi di Banten Masuk 10 Besar Anggota Komisi VI Ananta Wahana Apresiasi Kementerian Investasi
Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana (kedua dari kiri) saat Rapat Kegiatan Diseminasi Satgas Percepatan Investasi dan Capaian Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2022, Kementerian Investasi/BKPM, bertempat di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (29/10/2022).

Tangerang, Semartara.News — Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana memberikan apresiasi kepada Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atas capaian realisasi investasi di Banten.

Provinsi Banten, pada 2021 realisasi investasi tercatat Rp58,0 triliun, terbesar ke 4 secara nasional.

Sedangkan pada tahun 2022 hingga semester I realisasi investasi di Banten sebesar Rp32,9 triliun terbesar ke 6 secara nasional.

“Artinya Provinsi Banten dalam dua tahun setidaknya hingga semester I tahun 2022 selalu masuk 10 besar lokasi realisasi investasi terbesar di Indonesia,” ungkap Ananta saat sambutan dalam Rapat Kegiatan Diseminasi Satgas Percepatan Investasi dan Capaian Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2022, Kementerian Investasi/BKPM, bertempat di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (29/10/2022).

Kegiatan rapat tersebut diikuti ratusan peserta dari komunitas Tionghoa, dan pelaku UMKM di Tangerang Raya.

Rapat Kegiatan Diseminasi Satgas Percepatan Investasi dan Capaian Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2022, Kementerian Investasi/BKPM, bertempat di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (29/10/2022).

Kendati demikian, menurut Ananta, capaian realisasi investasi itu belum sejalan dengan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten.

Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten pada tahun 2021 sebesar 8,98%, sehingga dengan nilai ini Banten menempati posisi ketiga secara nasional.

“Ini yang jadi perhatiannya. Kementerian Investasi agar bisa lebih mendorong sektor-sektor usaha yang memiliki karakteristik selain cepat menghasilkan devisa, juga menghasilkan lapangan pekerjaan, dan pengembangan ekonomi regional/lokal,” kata legislator dari Banten itu.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu juga menyinggung soal pentingnya peran sektor UMKM terhadap perekonomian nasional yang kontribusinya mencapai 61 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB.

Selain itu, sektor UMKM juga menyumbang 97 persen tenaga kerja dari total 64 juta lebih UMKM nasional.

“Biasanya kalau kita berbicara investasi itu fokusnya yang besar-besar. Padahal kita tahu perputaran ekonomi Indonesia ini digerakkan oleh UMKM 61 persen,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan