
Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah-sekolah di Tangsel.
Pelaksanaannya dibagi ke dalam dua shift pertemuan.
“Sudah diberlakukan per awal 1 Januari 2022. Sistemnya PTM 100 persen dibagi menjadi dua waktu (shift),” ujar Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Selasa (18/1/2022).
Dengan adanya pembagian dua waktu, ada kelas yang diisi pagi dan siang hari. Selain itu, lapangan olahraga dan kantin juga belum boleh dibuka.
“Misal satu kelas ada 30 anak. Maka kelas pagi ada 15 anak dan 15 anaknya lagi masuk kelas siang,” lanjut dia.
Adapun syarat PTM dapat dilakukan adalah jika di sekolah tersebut tidak terdapat kasus Covid-19 varian delta.
“Ukurannya adalah di sekolah itu ada enggak yang terkonfirmasi delta, kalau umpamanya ada itu akan kita tutup kembali. Tapi sampai hari ini belum ada laporan dari Dindikbud,” jelas Benyamin.
PTM di sekolah Tangsel saat ini sudah diterapkan dari Senin sampai dengan Jumat.
“Senin ada 15 rombongan pertama, Selasa ada 15 rombongan kedua, Rabunya diliburkan karena perlu pembersihan kelas disemprot dengan disinfektan. Kamis masuk 15 orang lagi, jumat juga 15, kemudian libur, begitu seterusnya,” papar pria yang akrab disapa Ben ini.
Sumber :http://kompas.com