Di sisi lain, kinerja impor Indonesia di bulan Oktober 2022 juga masih tumbuh positif sebesar 17,44 persen (yoy) atau meningkat 19,14 miliar dolar AS, sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi nasional.
Peningkatan aktivitas ekonomi juga tercermin dari angka PMI (Purchasing Managers Indeks) Manufaktur Indonesia di bulan Oktober 2022 yang masih berada pada zona ekspansif sebesar 51,8 persen.
Masih kuatnya kinerja ekspor pada bulan Oktober 2022 mendorong neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus sebesar 5,67 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan surplus pada bulan September 2022 yang sebesar 4,97 miliar dolar AS.
Capaian ini melanjutkan tren surplus neraca perdagangan yang telah terjadi selama 30 bulan berturut-turut.
Pemerintah akan terus mengantisipasi dan memitigasi berbagai dinamika perekonomian global yang berpotensi mempengaruhi kinerja permintaan ekspor Indonesia, di tengah mulai melambatnya ekspansi sektor manufaktur di beberapa negara mitra dagang utama pada bulan Oktober 2022.
“Kita juga melihat meningkatnya risiko dan ketidakpastian prospek ekonomi global serta tren penurunan harga komoditas yang mengikutinya. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong berbagai upaya diversifikasi ekspor,” tutupnya.(Sayuti)