Pemprov Banten Berangkatkan 990 Pemudik Gratis, 22 Bus Menuju Jawa dan Sumatra

Pemprov Banten memberangkatkan 990 peserta mudik gratis dengan 22 bus. Program dilepas Gubernur Andra Soni dari Alun-Alun Kota Serang.
Gubernur Banten, Andra Soni, melepas keberangkatan 990 peserta mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Banten, dengan 22 bus yang mengantarkan pemudik dari Serang ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Program ini juga mendukung mahasiswa dari Banten yang menempuh studi di Bandung dan Yogyakarta. (Foto: Ist)

Kota Serang, Semartara.News – Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melepas keberangkatan 990 peserta program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Sebanyak 22 bus diberangkatkan dari Alun-Alun Kota Serang menuju berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra.

Selain melayani masyarakat Banten umum, Pemprov Banten juga menyiapkan empat bus khusus untuk menjemput mahasiswa asal Banten yang sedang menuntut ilmu di Bandung dan Yogyakarta. Mereka telah tiba pada Sabtu (14/3/2026) dan ikut serta dalam keberangkatan program mudik gratis tersebut.

Andra Soni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat dalam menjalani tradisi mudik.

Ia berharap para peserta dapat sampai di tujuan dengan selamat dan dapat berkumpul bersama keluarga saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Ia juga menegaskan bahwa yang terpenting adalah seluruh peserta bisa kembali ke Banten tanpa kekurangan satu pun.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan secara simbolis bingkisan dari Bank Banten kepada salah satu peserta. Selain itu, para pemudik mendapatkan fasilitas berupa kaus, menu berbuka puasa, dan makan malam.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa dari 22 bus yang beroperasi tahun ini, dua di antaranya merupakan hasil kerjasama dengan Jasa Raharja.

“Untuk rute ke Padang, kami bekerja sama dengan Jasa Raharja,” ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Tatang Permana (53), warga Cikande yang mengikuti program mudik ini, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut. Ia biasanya mudik menggunakan kendaraan umum bersama putranya, namun karena harga tiket yang melonjak tahun ini, ia memutuskan mengikuti program mudik gratis dari Pemprov Banten.

“Ini kali pertama saya ikut, dan anak saya yang mendaftar. Biasanya kami naik angkutan umum, tapi tahun ini tiketnya cukup tinggi, jadi kami memilih mudik gratis,” ungkapnya.

Sementara itu, Khoirunnisa (44), warga Tangerang yang mudik bersama suami dan kedua anaknya ke Padang, Sumatra Barat, juga menyatakan bahwa program ini sangat membantu meringankan beban keuangan keluarganya yang bergantung pada penghasilan suaminya sebagai buruh pabrik.

“Sekarang ongkos angkutan umum sekitar Rp900 ribu per orang sekali jalan, belum termasuk makan di perjalanan. Dengan mudik gratis ini, semuanya difasilitasi,” katanya.

Nisa pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Banten dan berharap program serupa bisa terus dilaksanakan setiap tahun demi membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

“Ini sangat membantu. Terima kasih kepada Pak Gubernur Andra Soni dan Pak Wagub Dimyati Natakusumah,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan