Tangerang, Semartara.News — Pemerintah menargetkan peletakan batu pertama proyek Waste to Energy Tangerang Raya dilakukan pada Januari 2026. Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Jumat, 24 Oktober 2025.
Dalam kunjungannya, Hanif memastikan bahwa TPA Jatiwaringin sudah berbenah pasca diberi sanksi administrasi. Salah satunya penerapan sistem penutupan sampah menggunakan keping membran yang dinilai efektif mencegah pencemaran mikroplastik.
Menurutnya, sistem tersebut akan menjadi pedoman sementara nasional bagi pengelolaan TPA sebelum teknologi Waste to Energy diterapkan secara penuh.
“Kerusakan lingkungan akibat mikroplastik harus dicegah sejak awal. Semua TPA harus mulai menerapkan model seperti di Jatiwaringin,” ujar Hanif.
Ia menjelaskan, proyek Waste to Energy Tangerang Raya akan mencakup tiga wilayah — Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan — dan menjadi bagian dari tujuh aglomerasi nasional yang siap dibangun fasilitas serupa.
Presiden Prabowo Subianto disebut telah memerintahkan agar seluruh perizinan dan kesiapan daerah rampung pada Desember 2025.
Sementara Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan, Pemkab Tangerang tengah mempersiapkan lima komponen utama: lahan, air bersih, sarana pengangkutan, akses jalan, dan pengelolaan volume sampah berbasis Waste to Energy.
“Pembangunan akan dimulai Januari 2026 dan ditargetkan selesai dalam 18 hingga 24 bulan. Kami juga akan memperkuat TPS 3R serta menambah lahan sementara untuk menjaga pengelolaan sampah tetap optimal,” ujarnya. (*)






