PDIP Banten Rapatkan Barisan Hadapi Pilkada 2018

Rapat Koordinasi DPD PDI Perjuangan Banten.

SEMARTARA, Serang (2/11) – Kekalahan di Pilgub Banten 2017 membuat DPP PDI Perjuangan melakukan evaluasi besar-besaran. Tak ingin gagal untuk kedua kalinya, PDIP langsung merapatkan barisan jelang Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Kesuksesan PDIP di Pemilu 2014, tidak lantas memuluskan langkah partai moncong putih dalam Pilkada serentak 2015 dan Pilgub 2017. Di Provinsi Banten, PDIP gagal menempatkan kader terbaiknya sebagai kepala daerah. Dari delapan kabupaten/Kota. PDIP hanya mampu menempatkan kadernya sebagai wakil kepala daerah, yakni wakil Bupati Lebak dan Wakil Bupati Serang. Pun di level provinsi, PDIP hanya nyaris menang saat mengusung Rano Karno di Pilgub Banten 2017.

Atas kondisi itu, DPP PDIP langsung bereaksi. Pengurus DPD PDIP Banten periode 2015-2020 langsung dirombak. Pengurus DPD yang baru, kemarin langsung dilantik oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri di Sekretariat DPD PDIP Banten, Ciracas, Kota Serang, Rabu (1/11).

Selain melantik pengurus DPD yang baru, Megawati langsung memimpin konsolidasi kader PDIP se- Banten. Dalam arahannya, mantan Presiden RI kelima ini meminta semua kader di Banten untuk menjaga soliditas dan tetap dalam satu barisan.

“Salah satu faktor kekalahan PDIP di Pilgub Banten 2017 adalah kurang solidnya kader. Hal itu telah dievaluasi Ibu Mega. Dalam arahannya tadi, Ibu Ketua Umum menginstruksikan seluruh kader tidak mengulangi kesalahan dalam Pilgub Banten 2017 di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019,” kata Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah saat memberikan keterangan pers, usai Megawati menyampaikan arahannya secara tertutup.

Megawati, kata Basarah, menekankan pentingnya soliditas dan gotong royong. Pengurus dan kader harus memastikan internal tidak terpecah.

“Kata Ibu Mega, soliditas dan kekompakan kader adalah 50 persen plus 1 kemenangan, tapi perpecahan di dalam tubuh partai sudah separuh kekalahan,” tutur Basarah.

Mantan Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDIP Banten ini menambahkan, selain memotivasi seluruh kader, Megawati juga mengingatkan pengurus dan kader partai yang menjadi pejabat publik untuk selalu menjaga integritasnya. Bila ada kader PDIP yang menjadi pejabat publik, lalu tertangkap KPK, maka yang bersangkutan langsung dipecat dari partai.

“DPP sudah menyiapkan form pemecatan kader. Tinggal diisi nama. Begitu ada OTT langsung diisi dan langsung dipecat. Tidak ada toleransi bagi yang korupsi di internal PDIP,” ungkapnya.

“Ketua umum berharap, pengurus DPD yang baru bisa melaksanakan amanat partai untuk memenangkan Pilkada 2018, sebab kemenangan itu menentukan kesuksesan PDIP di Pemilu 2019,” sambung Basarah.

Dalam kesempatan itu, Basarah mengapresiasi profesionalisme awak media yang memahami kegiatan konsolidasi digelar secara tertutup.

“Kami mohon maaf, saat ketua umum memberikan arahannya. Rekan-rekan wartawan tidak bisa meliputnya. Ini semata-mata karena berkaitan dengan strategi PDIP menghadapi Pilkada 2018,” jelasnya.

Usai dilantik, Ketua DPD PDIP Banten Asep Rahmatullah mengaku siap melaksanakan amanah partai untuk memenangkan Pilkada 2018 serta menjaga soliditas kader. Termasuk merampungkan GSG pada 1 November 2018.

“Kami sebagai petugas partai siap bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas mewujudkan cita-cita partai, Insya Allah PDIP kembali mendapat dukungan masyarakat Banten dalam Pilkada 2018 serta Pemilu 2019,” kata Asep didampingi Sekretaris DPD Ananta Wahana. (Soe)

Baca juga:

  1. Buruh Alttar Minta UMK Naik 16 Persen
  2. 145 PPK yang Dilantik, 70 Persen Muka Baru
  3. Instagram KPU Kota Tangerang Mencapai Seribu Follower

Tinggalkan Balasan