SEMARTARA – Dampak dari pandemi global Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama para pekerja serabutan, usaha kecil, serta para sopir angkutan umum dan tukang ojek. Berbagai dinamika pun bermunculan dari masyarakat yang tidak kuat menghadapi tekanan hidup di tengah mewabahnya virus yang sudah menyebar di lebih dari 200 negara di dunia tersebut.
Salah satunya dialami oleh seorang pemuda perantau asal Pariaman, Sumatera Utara berinisial KP (20) ini. Lantaran tak kuat menahan tekanan ekonomi, karena usaha tempatnya bekerja tutup akibat pandemi COVID-19, ia nekat menghabisi hidupnya dengan cara gantung diri. KP yang sebelumnya bekerja di tempat usaha konveksi milik saudaranya tersebut ditemukan tewas menggantung dengan leher terikat kabel di atas plafon rumah kontrakannya, di Jalan Taman Asri, Kelurahan Cipadi, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang pada Sabtu 16 Mei 2020, sekitar pukul 20:00 WIB.
Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim menjelaskan, domisili korban berasal dari Kota Pariaman, Sumatera Barat. Korban datang dari kampung halamannya ke Kota Tangerang untuk melakoni pekerjaan sebagai pegawai dalam bidang usaha konveksi.
“Konveksinya milik saudaranya. Tapi, karena konveksi tidak berjalan akibat situasi pandemi akhirnya kontrakan untuk tempat menjahit tidak beroperasi,” ujar Kompol Abdul Rachim, Minggu 17 Mei 2020.
Terhentinya usaha konveksi diduga membuat perantau itu stress lantaran tak ada penghasilan, hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Polisi menduga korban meninggal sudah lebih dari sepekan, karena saat ditemukan jasadnya sudah membusuk.