SEMARTARA – Lupakan masa lalu, melangkah pasti membangun masa depan. Demikian tutur Sevty Utama Nandha kepada Semartara di sela kegiatan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas 2 A Tangerang. Nandha, wanita yang kini berkarir sebagai penata rias tersebut menceritakan perjuangannya berkehidupan usai menjalani masa pembinaan Lapas tersebut.
Terbentur, terbentur, terbentur, kemudian terbentuk. Ungkapan ini mewakili kisah Nandha, mantan warga binaan LPP Kelas 2 A Tangerang. Waktu 9 tahun lebih di LPP baginya bukan soal hukuman. Secara intens jangka waktu itu ia manfaatkan untuk berlatih tata rias kecantikan dan kulit.
Di lapas, Nandha bersama ratusan warga binaan perempuan (WBP) lainnya intens mengikuti sejumlah bimbingan kerja. Pelatihan yang difasilitasi negara ini bahkan tersertifikasi komptensi nasional. Profesi tata rias ini pun jadi andalan beberapa warga binaan yang telah bebas, termasuk Nandha.
“Sertifikat-sertifikat yang kita dapat selama di sini itu ternyata berguna banget buat di luar,” kata Nandha.
Sejumlah tawaran diterima lantaran keahlian tata rias Nandha. Sejumlah merk alat kecantikan ternama, misalnya, mempercakan dirinya sebagai ambasador. Di samping itu, ia juga kini berpraktik sebagai tata rias untuk sejumlah kalangan.
“Saya kerjasamanya sama produk dari make up Perancis, ada jadi dia minta saya untuk mengajar beauty class, juga ada make up juga semua untuk wisuda dan sebagainya,” tandasnya.
Nandha terbilang beruntung. Ia tak kesulitan mencari penghidupan setelah bebas. Ia merasa kemandirian adalah kunci penerimaan masyarakat terhadap dirinya.
Ia berpesan, rekannya yang masih dalam masa pembinaan memanfaatkan betul sejumlah pelatihan di Lapas. Selain bermanfaat, pelatihan juga dinilainya sebagai pembentuk identitas diri di tengah masyarakat kelak.
“Kita jadi tahu minat dan keahlian kita nanti. Pokoknya, teman-teman jangan bosan jangan malas,” ujarnya.
Memasyarakatkan warga binaan disebut sebagai tugas Lembaga Pemasyarakatan. Alih-alih dianggap sebagai masa hukuman, selayaknya masa itu dianggap sebagai masa pembinaan.
Kepala LPP Kelas 2 A Tangerang, Herlin Candrawati menuturkan, pihaknya serius mengembangkan potensi warga binaan melalui sejumlah pelatihan. Secara umum, katanya, warga binaan bakal menjalani pembinaan kepribadian dan kerohanian.
“Nandha salah satu anak kami juga yang luar biasa yang betul-betul mempunyai kemampuan di bidang seni termasuk di bidang tata rias wajah. Sukses buat anda dan tentu kita mensupport seluruh warga binaan dimanapun berada jangan terpuruk dengan masa lalu jangan takut tidak bisa menjalani kehidupan selama kita mampu dan kita mau merubah diri tentu masyarakat di luar juga masih bisa menerima,” tukasnya. (irfan)