Kota Tangsel, Semartara.News — Kelurahan Cipayung memprioritaskan program pemberdayaan warga dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027, melalui penguatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kolong Flyover dan pengembangan bank sampah sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, menyampaikan total pagu anggaran Musrenbang 2027 sebesar Rp3,14 miliar, dengan pembagian 60 persen untuk pembangunan infrastruktur dan 40 persen untuk program pemberdayaan. Meski demikian, arah kebijakan tahun depan lebih difokuskan pada pemberdayaan masyarakat.
“Orientasi kita di 2027 lebih ke pemberdayaan. Infrastruktur tetap ada, tetapi porsinya tidak terlalu banyak,” ujar Dini saat ditemui di Kelurahan Cipayung, Senin (26/1/2026).
Salah satu program pemberdayaan utama yang diusulkan adalah pengembangan TBM Kolong Flyover dengan alokasi anggaran hingga Rp200 juta. Program ini menjadi usulan pemberdayaan dengan nilai terbesar dalam Musrenbang 2027 Kelurahan Cipayung.
Dini menjelaskan, usulan TBM Kolong Flyover awalnya diajukan melalui mekanisme RW. Namun, karena mayoritas RW lebih memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana, usulan tersebut tidak terakomodasi. Kelurahan kemudian mengajukannya secara mandiri sebagai program unggulan.
“TBM Kolong Flyover kami rancang sebagai pusat kegiatan agrikultur perkotaan. Tahap awal difokuskan pada pertanian dengan konsep hidroponik yang memanfaatkan lahan di bawah kolong flyover,” jelasnya.
Pengembangan TBM Kolong Flyover direncanakan dilakukan secara bertahap. Setelah sektor pertanian berjalan, program ini akan diperluas ke sektor perikanan dan kegiatan ekonomi produktif lainnya.
“Untuk 2027 kita fokus satu per satu. Dimulai dari tanaman dan pertanian dulu. Selanjutnya bisa dikembangkan ke perikanan dan sektor lainnya,” tambah Dini.
Selain TBM Kolong Flyover, pemberdayaan warga juga diarahkan melalui penguatan bank sampah dan kelompok masyarakat lainnya, seperti kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT). Dalam Musrenbang 2027, Kelurahan Cipayung mengusulkan pengadaan mesin pencacah sampah yang masuk dalam program prioritas F1, khususnya di RW 10 yang memiliki bank sampah aktif.
“Mesin pencacah ini penting untuk mendukung pengolahan sampah agar bernilai ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, pada sektor sarana dan prasarana, usulan yang masih mendominasi meliputi pengaspalan jalan, perbaikan drainase, serta program bedah rumah. Sisa anggaran yang tersedia juga diarahkan untuk mendukung program bedah rumah bagi warga yang membutuhkan. (*)







