Petakan tubuh Anda
Para ahli parfum selalu menyarankan agar parfum dioles atau disemprotkan ke area titik nadi yang hangat dan jangan pernah digosok. Namun area tubuh mana saja yang sebetulnya tergolong hangat dan dapat menjadikan parfum bertahan lebih lama?
Chief Executive Officer dari jenama wewangian DS & Durga Kavi Ahuja Moltz menjelaskan bahwa area seperti di belakang lutut, pusar, dada, belakang leher dan pergelangan tangan adalah tempat terbaik untuk mengaplikasikan parfum.
Area tersebut dikenal sebagai area nadi yang memiliki panas lebih tinggi dibanding area lainnya sehingga menyebabkan aroma dari parfum meningkat dan dapat bertahan lebih lama.
“Saya kerap kali menyemprotkan parfum di balik lengan baju, di bawah kerah dan di belakang telinga sehingga aromanya lebih menyebar. Namun sebetulnya Ada banyak cara memakai parfum,” ujar Ahuja Moltz dikutip dari laman Vogue.
Bila Anda takut warna dari parfum membekas di pakaian yang berwarna cerah, Anda bisa menyemprotkan parfum pada kapas dan menyelipkannya di pakaian dalam atau di kantung baju Anda. Untuk pelapisan wewangian, Anda bisa menggunakan dua kapas yang disemprot dengan wewangian yang berbeda.
Aroma dari wewangian adalah salah satu jenis identitas Anda oleh sebab itu wewangian kerap disebut personal meskipun dibuat di laboratorium dan dijual di ratusan konter kepada satu juta pelanggan. Wewangian tidak hanya mengangkat suasana hati, namun juga dapat membawa Anda pada memori tertentu, maka tidak ada salahnya menciptakan aroma tersendiri sesuai dengan kepribadian atau aroma kesukaan Anda. (Antara)