Mayat Pelajar Berseragam Sekolah Ditemukan di Kaliadem Tangerang, Ini Kata Polisi

Pelajar 16 tahun ditemukan tewas di muara Kaliadem Sukadiri. Polisi selidiki dugaan tawuran dan periksa saksi serta bukti di TKP.
Petugas mengevakuasi jasad pelajar yang ditemukan di muara Kaliadem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (9/4/2026). Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban yang diduga terkait aksi tawuran. (Foto: Ist)

Tangerang, Semartara.News — Warga menemukan mayat seorang pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah di ujung muara Kaliadem, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (9/4/2026). Polisi pun mengungkap sejumlah temuan awal terkait kasus tersebut.

Korban diketahui berinisial NAW (16), warga Kampung Pondok Dadap, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan. Saat ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi korban masih mengenakan seragam sekolah dari salah satu sekolah swasta di wilayah Sepatan.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyampaikan, dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), korban mengalami luka pada bagian dada sebelah kanan serta tangan kanan.

“Tidak jauh dari lokasi penemuan, petugas juga menemukan sepeda motor yang diduga milik korban dalam kondisi stang terkunci di area pemakaman,” ujar Indra Waspada, dilansir Sabtu (11/4/2026).

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab pasti kematian. Polisi juga telah melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Menurut Indra Waspada, beberapa saksi yang dimintai keterangan merupakan teman korban. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga terlibat dalam aksi tawuran bersama sejumlah rekannya.

Meski demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh serta mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

Polresta Tangerang menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak guna mencegah keterlibatan dalam aksi kekerasan. (*)

Tinggalkan Balasan