Kritik Mahasiswa Diapresiasi, Andra Soni Undang BEM ke Musrenbang 2026

Andra Soni libatkan mahasiswa di Musrenbang 2026, sebut kritik sebagai energi positif untuk evaluasi kebijakan dan pembangunan Banten.
Gubernur Banten Andra Soni berdialog dengan massa aksi Aliansi BEM se-Banten di gerbang utama KP3B, Kota Serang, saat menyampaikan komitmen pelibatan mahasiswa dalam Musrenbang 2026. (Foto: Ist)

Kota Serang, Semartara.News – Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa kritik dari mahasiswa merupakan bentuk energi positif yang penting bagi pembangunan daerah. Ia percaya bahwa masukan tersebut membantu pemerintah dalam memperbaiki kebijakan dan mengelola pemerintahan secara lebih baik.

Sebagai bentuk komitmen, Gubernur berjanji akan mengikutsertakan mahasiswa secara aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun ini. Pernyataan ini disampaikan Andra Soni saat bertemu dengan rombongan mahasiswa dari Aliansi BEM se-Banten di gerbang utama KP3B, Curug, Kota Serang, pada hari Jumat (20/2/2026).

Aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut merupakan bentuk penyampaian kritik dan aspirasi terkait satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah. Andra Soni menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak menutup diri terhadap kritik, melainkan melihatnya sebagai motivasi untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Kritik dari mahasiswa adalah sumber energi positif bagi pemerintah. Dari kritik tersebut, kami melakukan evaluasi dan perbaikan agar kebijakan yang diambil benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa sejalan dengan prioritas pemerintah provinsi, seperti pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan akses pendidikan, dan pemberantasan praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Langkah yang kami lakukan hari ini adalah tanggapan terhadap harapan masyarakat. Mulai dari jalan rusak, ketidakmerataan akses pendidikan, hingga isu pungli, semuanya menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Dalam bidang infrastruktur, Andra Soni menyoroti percepatan pembangunan jalan, terutama di wilayah Lebak dan Pandeglang. Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, Pemprov Banten tetap berupaya membantu pembangunan jalan desa yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

“Pemerintah provinsi turut mendorong pembangunan jalan desa. Jika tidak dilakukan bersama, masyarakat yang akan dirugikan. Prinsipnya, pembangunan harus dirasakan secara adil dan merata,” katanya.

Selain itu, Andra Soni juga menyinggung soal penanganan lingkungan dan kebencanaan, termasuk upaya penertiban tambang ilegal serta penataan industri di sepanjang sungai sebagai langkah pencegahan banjir.

“Penutupan tambang ilegal telah dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Ke depan, penataan kawasan sungai harus terus dikawal. Di sinilah peran mahasiswa sangat penting untuk tetap kritis,” ujarnya.

Sebagai bentuk keterbukaan dan partisipasi publik, Andra Soni menyatakan akan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam Musrenbang RKPD Provinsi Banten yang akan dilaksanakan pada April mendatang.

“Saya ingin mahasiswa tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan. Ini bagian dari pendidikan demokrasi dan upaya mewujudkan pembangunan yang transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Menutup pertemuan, Andra Soni mengajak mahasiswa dan seluruh masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan agar tetap sesuai dengan kepentingan rakyat.

“Banten membutuhkan mahasiswa yang kritis, peduli, dan berani menyuarakan kebenaran. Mari kita bangun Banten bersama-sama,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan