Telapak kaki mereka menjadi tebal dan kuat. Paku akan bengkok, duri akan patah bila terinjak oleh telapak kaki mereka.
Saking kuatnya telapak kaki, bukannya paku yang menancap di kulit mereka, tapi paku menjadi patah dan bengkok oleh kaki mereka.
Mantra apa pula yang mereka bacakan jika mereka mau bepergian ribuan kilometer dan kampung Suku Baduy Banten ini?
Kepercayaan Suku Baduy
Apabila mereka ke Jakarta dengan jarak yang begitu jauh, mereka berjalan kaki, dan apabila ngantuk mereka tidur di kebon-kebon, di saung kosong atau di bawah pohon rindang.
Mereka dilarang untuk tidur di mesjid atau di musholah. Larangan tetua adat karena agama mereka bukan Islam. Maka tu, tidak boleh tidur di tempat umat Islam.
“Agama kami agama Nabi Adam, agama Sunda Wiwitan,” kata mereka jika ditanya. Tuhan mereka adalah Penguasa Alam Semesta, yang memberi hidup dan kehidupan bagi mereka.
Penguasa alam yang memberi kesuburan tanaman dan memberikan kesehatan bagi mereka keluarga Baduy.
Kebiasaan Suku Baduy
Mungkin karena kekuatan mantra juga, para pejalan kaki ke Jakarta meskipun tidak mandi dan tidak menggunakan mewangian, mereka tidak bau.
Keringatnya tidak berbau karena mantra-mantra warisan leluhur, yang membuat keringat mereka tidak busuk. Bahkan sebagian wangi tanpa pewangi. Tapi, jika mereka ingin mandi, mereka mandi di mana pun.