Kereta Api Legendaris Rangkasbitung-Labuan Primadona Kaum Inlanders

Kereta Api Legendaris Rangkasbitung Labuan Primadona Kaum Inlanders
Kereta api Rangkasbitung-Labuan yang legendaris dan sempat menjadi primadona kaum inlanders (warga pribumi) pada zaman kolonial Belanda/Foto: Kereta Api Labuan - Rangkasbitung/Ist.

Sementara kereta terakhir berangkat dari Rangkasbitung sekitar pukul 4 sore dan tiba pukul 18.24 di Labuan.

Stasiun paling sibuk di lintas ini di luar Rangkasbitung adalah Labuan, pada tahun 1950 hingga 1953 jalur itu melayani naik-turun penumpang sebanyak 53-136 ribu orang per tahun, serta pengangkutan barang hingga 7 ribu ton per tahun.

Stasiun Menes menjadi kedua tersibuk, stasiun ini pada kurun yang sama melayani antara 44-89 ribu penumpang per tahun.

Kereta api di lintas ini pada masa lalu dimanfaatkan, salah satunya mengangkut ikan dari Labuan untuk dijual ke Jakarta, dan sebaliknya membawa garam dari Tanahabang untuk pembuatan ikan asin di Labuan.

Rencana reaktivasi

Kini sepanjang jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan sudah tertutup oleh rumah warga, pabrik, sekolah dan jalan umum yang di bangun di atas rel kereta api tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten berencana melakukan reaktivasi kembali jalur kereta tersebut sepanjang 56,6 km.

Tinggalkan Balasan