Blitar, Semartara.News — Anggota DPR RI, Romy Soekarno, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Desa Sumber Sari, Kabupaten Blitar, yang dihadiri para petani setempat. Kegiatan ini mengangkat tema pemanfaatan perkembangan teknologi di bidang pertanian, khususnya penggunaan sumur bor tenaga surya sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian. (07/02/2026(
Dalam sambutannya, Romy Soekarno menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai 4 Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai landasan untuk menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi di sektor pertanian.
“Petani adalah pilar ketahanan pangan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kita harus mampu beradaptasi dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan bersama. Penggunaan sumur bor tenaga surya merupakan salah satu inovasi yang dapat membantu petani mengatasi persoalan irigasi dan biaya operasional,” ujar Romy Soekarno.
Dalam sesi dialog interaktif, para petani menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait kebutuhan air di musim kemarau dan tingginya biaya bahan bakar untuk pompa air konvensional. Teknologi sumur bor tenaga surya dinilai sebagai solusi yang ramah lingkungan, hemat biaya, dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan intensitas tanam serta kualitas hasil panen.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan modernisasi pertanian berbasis teknologi. Para peserta menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap adanya dukungan berkelanjutan dalam bentuk program nyata yang dapat langsung dirasakan manfaatnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani di Desa Sumber Sari semakin termotivasi untuk mengembangkan pertanian yang produktif, mandiri, dan berdaya saing, selaras dengan semangat 4 Pilar MPR RI dalam membangun Indonesia yang maju dan berdaulat.







