SEMARTARA – Persediaan beras di Tangerang menjelang Natal dan tahun baru dipastikan aman. Hal itu disampaikan Kepala Sub Tangerang Raya Badan Urusan Logistik (Bulog) Bagus Wahyu Santoso, Rabu (4/12/2019).
Bagus menjelaskan, sebanyak 86 ribu ton beras di empat gudang Tangerang bakal mampu memenuhi kebutuhan beras hingga awal tahun 2020. Jumlah itu, sambungnya, sesuai dengan rata-rata permintaan beras perbulan sejumlah 1.300 ton.
Sejumlah 1.300 ton beras itu, kata Bagus, merupakan permintaan supplier untuk program Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) dan komersial.
“Pengadaan (beras) itu dihitung dari ketahanan dan penyalurannya. Belum ada angka _fix_ . Nah, itu kami itung stok saja, sebulannya itu kebutuhan Tangerang Raya 1.300 ton untuk BPNT stok kita itu ada 86 ribu ton,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Manajer Gudang Bulog Sangiang Erik Pradana Reza Putra menjelaskan, rata-rata dalam sehari permintaan beras mencapai 9 hingga 10 ton per hari. Pihaknya menerapkan sistem cepat pemenuhan persediaan ( _revolving_ ) guna memastikan beras itu tidak mengendap lama.
“Untuk gudang di sini, setidaknya kami selalu penuhi untuk pelayanan seminggu ke depan. Jadi sebelum abis masa satu Minggu kita sudah pengadaan lagi. Jadi untuk revolving kita cepet. Untuk kebutuhan berasnya _fresh_ terus,” katanya ditemui di Gudang Bulog, Sangian, Kecamatan, Periuk.
Selain persediaan beras, persediaan gula dan minyak juga dipastikan aman jelang Natal dan tahun baru.