Bahkan, lanjut Kamaludin, pada tahun 2020 kebanjiran yang dialami bisa mencapai satu meter. Karena itu, tambah dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya, membangun tangki air yang ditanam di dalam tanah (ground tank) dengan kedalaman 7-8 m dan luasnya 18×12 m.
“Antisipasi kita pemerintah sudah buat ground tank, pompa, kemudian keinginan masyarakat, memperbesar crossing-an dari 90 cm menjadi 1,5 meter. Tapi kembali lagi, karena letaknya cekungan jadi mengalir ke sini,” terangnya.
Lebih lanjut, Kamaludin mengungkapkan, masyarakat terdampak hanya berada di wilayah Perumahan Taman Asri. Namun, kata dia, ketika banjir melanda masyarakat tidak kaget karena sudah biasa.
“Kalau pelayanan pasti terganggulah, ya, karena banjir tidak ada orang (warga) yang ke sini (kelurahan), mereka sudah paham atau terbiasalah,” ujarnya.