SEMARTARA – Bahwa tugas Palang Merah Indonesia adalah menolong sesama tanpa pandang bulu memang tak diragukan lagi. Namun tidak sedikit yang mengetahui PMI sebatas donor darah. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kota Tangerang Ibrohim saat membuka Festival Kemanusiaan (Humanity Fest) di Mal Tangerang City, Senin (21/10/2019).
Tugas PMI, kata Boim sapaan akrab Ibrohim, juga meliputi penanggulangan bencana sosial. Seperti belum lama ini, PMI turut membantu korban kerusuhan demo penolakan revisi undang-undang baik korban petugas maupun demonstran.
“Kita juga terkait dengan hal-hal yang bersifat sosial karena yang cenderung sekarang adalah bencana sosial. Maka kita berharap PMI dapat berperan di masyarakat juga dengan stakeholder, dinas-dinas terkait di pemerintahan untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan hal tersebut,” katanya.
Huma Fest diharapkan Boim menjadi media pembelajaran masyarakat terkait kepalangmerahan. Sejumlah gelar wicara karenya tersisip dalam rangkaian Huma Fest 2019. Beberapa gelara wicara itu yakni kebencanaan dan kesehatan, lingkungan dan kebersihan, serta bincang donor darah.
“Ada juga sosialisasi undang-undang kepalangmerahan, seminar dan talk show dengan komunitas resus negatif,” imbuhnya.
Kegiatan yang digelar mulai 21 hingga 24 Oktober tersebut dimeriahkan penampilan kelompok seni musik tradisional rampak beduk Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Klas 2 A Tangerang. Grup musik bernama Ethnic Solid Assamble tersebut membius penonton dengan sejumlah lagu tradisional.